PAN Hormati Putusan MKD, Siap Tindak Lanjuti Status Uya Kuya dan Eko Patrio

AKURAT.CO Partai Amanat Nasional (PAN) menghormati sepenuhnya putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, terkait sanksi etik terhadap dua kadernya, Surya Utama alias Uya Kuya dan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.
Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno, menegaskan PAN akan menindaklanjuti setiap keputusan MKD sesuai dengan ketentuan yang berlaku, karena putusan tersebut bersifat final dan mengikat.
"PAN itu taat azas, taat aturan, taat hukum. Jadi apa pun yang diputuskan oleh MKD tentu adalah keputusan yang kami akan hormati dan kami akan jalankan," ujar Eddy kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (8/11/2025).
Baca Juga: Golkar Pastikan Adies Kadir Kembali Aktif sebagai Wakil Ketua DPR Setelah Putusan MKD
Dia menegaskan, partai akan mengikuti proses sebagaimana yang diatur oleh mekanisme resmi lembaga. "Dan itu kan final dan mengikat, sehingga kami akan melaksanakan sesuai dengan putusan yang diberikan oleh MKD," lanjutnya.
Terkait status keanggotaan Uya Kuya yang telah diputuskan untuk diaktifkan kembali sebagai anggota DPR, Eddy mengatakan PAN akan segera menyesuaikan langkah internal partai sesuai keputusan tersebut.
Baca Juga: Pimpinan DPR Bakal Tindak Lanjuti Putusan MKD Soal Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya
"Saya masih belum tahu di internal partai, tetapi kita pasti akan menindaklanjuti karena keputusan MKD bagi Mas Uya Kuya adalah untuk mengaktifkan kembali terhitung putusan itu dibacakan," jelasnya.
Dia menambahkan, tindak lanjut administratif terkait pencabutan surat penonaktifan Uya Kuya akan dilakukan sesuai mekanisme internal PAN. "Jadi saya kira secara otomatis kita nanti akan menindaklanjuti putusannya. Yang penting, apa pun yang diputuskan, kita akan menindaklanjuti sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh putusan MKD," tegasnya.
Diketahui, MKD DPR RI pada Rabu (5/11/2025) memutuskan bahwa Uya Kuya tidak terbukti melanggar kode etik, dan diaktifkan kembali sebagai anggota DPR. Sementara Eko Patrio dijatuhi sanksi nonaktif selama empat bulan terhitung sejak putusan dibacakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






