Ditunjuk Jadi Cagub Jabar, Bima Arya: Istikharah Dulu

AKURAT.CO Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, merespons soal namanya yang digadang-gadang bakal jadi Calon Gubernur Jawa Barat.
Bima mengatakan, memang sudah ada arahan dari Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, tentang dirinya akan maju jadi Jabar 1 atau 2, namun ia merasa prosesnya masih panjang dan masih ada nama lain yang mungkin akan ditunjuk Zulhas.
“Ya memang ketum sudah menyampaikan arahan perintah partai, sebagai kader ya pasti saya harus siap-siap. Tapi kan satu, masih agak panjang, masih ada nama-nama yang disebutkan ketum,” katanya kepada wartawan, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga: Ogah Laga Tyson Fury vs Oleksandr Usyk Jadi Eksperimen, Bob Arum Tolak Usulan Enam Juri
Selain itu, Bima juga mengaku akan meminta izin kepada keluarganya terlebih dahulu, apakah mendapat restu atau tidak.
“Jadi saya kira sekarang saya mau izin dulu sama keluarga. dulu sebelum maju jadi Wali Kota saya minta izin ibu saya, almarhumah, ibu tidak izinkan saya enggak akan maju. Sekarang Ibu saya sudah tidak ada maka saya akan nanya ke ibu mertua, saya akan minta pendapat dari istri dan anak-anak,” jelasnya.
Bima menyebut, belum pasti apakah dirinya akan maju jadi Cagub atau Cawagub, sebab masih ada proses yang harus dilalui.
“Nah itu kita istikharah dulu lah, tanya keluarga dulu baru kemudian bapak berikutnya pasti kita akan bergerak atau tidaknya gitu,” tutur Bima.
Baca Juga: Prabowo Subianto: Proses MK Selesai, Besok Saya Menghadap KPU
Lebih lanjut, ia mengungkap kandidat yang akan ia gandeng di Pilkada nantinya. Menurutnya saat ini segala kemungkinan koalisi masih terbuka, sebab berbeda dengan pola koalisi pusat alias Pilpres.
“Saya kira kita terbuka untuk semua gitu terbuka dengan semua, dan mungkin saja pola koalisi yang di pusat itu tidak sebangun dengan pola koalisi di Pilkada ya. Jadi nanti pasti ada arahan lebih lanjut dari partai dengan siapa, tapi saya kira dinamika Jawa Barat juga mungkin berbeda, ya pada saatnya nanti pasti kita harus siap untuk komunikasi dengan semua ya,” bebernya.
“Kan kita enggak tahu juga nih Kang Emil memutuskan ke mana ada, Kang Dedi Mulyadi apakah maju atau tidak ada lagi toko-tokoh lain. Nah ini semua akan berproses ya kita ke depan,” pungkas Bima.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







