TKN: Dissenting Opinion Tidak Akan Bikin Keputusan MK Jadi Cacat

AKURAT.CO Sekretaris Tim Kampanya Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, mengomentari soal tiga hakim yang mengambil sikap dissenting opinion dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan sengketa Pilpres 2024.
Nusron mengatakan, dissenting opinion atau pendapat berbeda adalah hak yang melekat pada setiap hakim MK. Karenanya, ia pun menghormati apa yang jadi pendapat para hakim tanpa perlu menindaklanjutinya.
"Yang namanya dissenting opinion itu tidak ada tindak lanjut, masa dissenting opinion itu kita tindaklanjuti. Namanya juga opini kan. Opini yang kemudian sifatnya tidak mempengaruhi putusan," kata Nusron di Jakarta, dikutip Selasa (23/4/2024).
Baca Juga: Mahfud MD: Sepanjang Sejarah MK Tidak Pernah Ada Dissenting Opinion
Menurut Nusron, dissenting opinion bukan masalah yang serius karena keputusan MK memang diambil secara kolektif kolegial. Sehingga, adanya perbedaan pendapat tidak akan membuat keputusan MK jadi cacat.
"Yang penting kita sudah menerima hasil keputusan, amar putusan majelis dan amar keputusan majelis itu satu kesatuan yang bulat. Baik ada dissenting opinion maupun tidak ada dissenting opinion, sifatnya keputusan ya keputusan," ujarnya.
"Tidak mempengaruhi kekuatan dari keputusan itu. Tidak kemudian berarti kalo keputusannya ada dissenting opinion, keputusannya menjadi cacat, tidak," sambungnya.
Seperti diketahui, ada tiga hakim yang mengambil sikap dissenting opinion terhadap putusan MK terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Tiga hakim tersebut diantaranya Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat.
Adapun, tiga hakim tersebut berpendapat bahwa semestinya MK mengabulkan sebagian permohonan dari dua pemohon untuk diadakannya pemilihan suara ulang di beberapa provinsi dengan mengikutsertakan keiga paslon yang bersaing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








