552 TPS di Papua Gelar Pemungutan Suara Susulan Akibat Gangguan Keamanan

AKURAT.CO Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat, sebanyak 552 Tempat Pemilihan Suara (TPS) di wilayah Papua akan melakukan pemungutan suara susulan.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengatakan, dari informasi yang diterima jajaran di wilayah Papua, penyebab dilakukan pemungutan suara susulan dipengaruhi oleh faktor keamanan seperti di Paniai dan Puncak Jaya terdapat 548 TPS.
Baca Juga: Polri Klaim Situasi Pemungutan Suara Hingga Penetapan Suara KPU Berjalan Aman dan Kondusif
"Paniai dan Puncak Jaya ini ada masalah keamanan. Kalau kami menerima laporan sudah tembak-menembak," kata Bagja dalam jumpa pers di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).
Berdasarkan data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, 92 TPS dan Kabupaten Puncak Jaya 456 TPS. Kedua wilayah itu berada di Papua Tengah sementara Jayawijaya terdapat empat TPS yang harus melakukan pemungutan suara susulan.
Bagja menegaskan, daerah Puncak Jaya, Papua Pegunungan, merupakan wilayah di tanah Cendrawasih yang paling rawan dari segi keamanan saat gelaran pemilu.
"Kalau Puncak lebih rawan lagi dari Paniai. Makanya ada 400 sekian tadi kalau tidak salah itu. Dan kejadiannya sudah ada korban luka," ujarnya.
Ketua Bawaslu dua periode itu berharap pelaksanaan pemungutan suara susulan di bumi cendrawasih dapat berjalan kondusif serta terhindar dari kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa.
Baca Juga: 668 TPS Berpotensi Pemungutan Suara Susulan, Terbanyak di Papua Akibat Gangguan Keamanan
"Jadi kami juga perlu menjamin keselamatan teman-teman penyelenggara. Bukan hanya pengawas, tapi juga KPPS untuk diselamatkan oleh pihak keamanan," ucapnya.
"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Mabes Polri untuk kendali terhadap Paniai dan Puncak Jaya," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







