Film Dirty Vote Tak Bisa Mengubah Persepsi Publik atau Menurunkan Elektabilitas Paslon Manapun

AKURAT.CO Film dokumenter berjudul Dirty Vote dinilai tidak bisa mengubah persepsi publik dalam menentukan pilihan, dan tidak juga bisa menurunkan elektabilitas paslon manapun.
Adapun film berdurasi 1 jam 57 menit tersebut berisi tentang pengungkapan instrumen kekuasaan yang digunakan untuk memenangkan Pemilu 2024.
“Apakah film tersebut bisa merubah persepsi publik? Saya sih melihatnya tidak. Karena waktunya sudah tidak banyak,” kata Pakar Politik Ujang Komarudin, kepada Akurat.co, di Jakarta, Senin (12/2/2024).
Baca Juga: Profil Bivitri Susanti, Ahli Hukum Tata Negara yang Bintangi Film Dirty Vote
“Lalu juga apakah bisa menurunkan elektabilitas paslon tertentu, saya sih melihat ini tidak,” tambah Ujang.
Menurutnya, film tersebut justru berisi tentang kepentingan elektoral tertentu. Sehingga tidak dapat mengubah apapun, karena sebagian besar masyarakat saat ini sudah bulat menentukan pilihannya.
“Karena ya itu kan (Film Dirty Vote) berbasis kepada kepentingan, tentu masyarakat hari ini sudah punya pilihannya sendiri,” ungkapnya.
Baca Juga: Pengamat: Film Dirty Vote Sengaja untuk Menyerang Paslon Tertentu
Ujang menambahkan, tujuan dari film tersebut mungkin untuk referensi bagi para peniluh bimbang. Sehingga yang akan banyak terpengaruh adalah para pemilih bimbang, bukan pemilih yang sudah menentukan pilihannya.
“Yang belum menentukan yang undicided voters itu, swing voters yang masih galau itu. Mungkin yang terpengaruh harapannya yang masih galau itu. Untuk memilih calon lain dan tidak memilih calon yang dibusuk-busuk pihak (film) itu,” beber Ujang.
“Inikan tujuannya untuk membusuk-busuki kubu tertentu dan katakanlah menaikan kubu yang lain. Ya kita harus jaga demokrasi, jaga bangsa ini semuanya kita harus menjaga ketertiban,” pungkasnya.
Baca Juga: Persaudaraan 98: Film Dirty Vote Partisan Timses Berkedok Intelektual
Seperti diketahui, film Dirty Vote berisi tentang indikasi kecurangan-kecurangan dalam Pemilu 2024, yang banyak mengarah pada paslon nomor urut 2, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 6Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 7Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









