Akurat Logo

IKN, Ruang Baru Pengabdian dan Kehadiran Gereja

Okto Rizki Alpino | 21 Oktober 2026, 08:49 WIB
IKN, Ruang Baru Pengabdian dan Kehadiran Gereja
Kunjungan pastoral Uskup bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri melalui Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, ke Balikpapan dan kawasan IKN, Kalimantan Timur, pada 20–22 Oktober 2026.

AKURAT.CO Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga membuka ruang bagi Gereja untuk mendampingi masyarakat dan meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah transformasi bangsa.

Pesan tersebut mengemuka dalam kunjungan pastoral Uskup bagi umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri melalui Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, ke Balikpapan dan kawasan IKN, Kalimantan Timur, pada 20–22 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas penggembalaan bagi umat Katolik yang mengabdikan diri di lingkungan TNI dan Polri.

Selain mempererat persaudaraan, agenda itu menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan meneguhkan kehadiran Gereja di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kardinal Suharyo didampingi Wakil Uskup OCI, Romo Kolonel (Purn.) Yos Bintoro, Pr., bersama sejumlah tokoh dan purnawirawan TNI-Polri. Rombongan antara lain Romo Letda Inf. Jimmy Yohanes Hyronimus, S.Fil.; Irjen Pol (Purn.) Heribertus Dahana; Marsda TNI (Purn.) A. Joko Takarianto; Laksda TNI (Purn.) A.R. Agus Santoso; Lettu Sus Marselinnus Yudhi; serta Dar Edi Yoga.

Setibanya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, pada Selasa (20/10), rombongan disambut Uskup Samarinda Mgr. Yustinus Tarmono Harjosusanto, M.S.F., bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Samarinda Romo Moses Komela Avan, Pr., serta jajaran imam Keuskupan Samarinda, Romo Felix Sumarjono, M.S.F., dan Romo Kasmir Agung, M.S.F.

Penyambutan juga dihadiri Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU; Kepala Sekolah Polisi Negara Yohanes Arri Budi Slamet Riyadi, S.I.K., S.H., M.M.; serta perwakilan TNI, antara lain Mayor Antonius dari Lanud Dhomber, Kolonel Mufid selaku Kabintaldam Mulawarman, dan Letkol Ign Mujianto.

Wakil Uskup OCI Romo Yos Bintoro mengatakan, kunjungan pastoral ke IKN penting untuk melihat secara langsung perubahan yang berlangsung sekaligus memahami kehidupan umat di tengah proses pembangunan.

"Gereja dipanggil bukan hanya untuk melihat perubahan, tetapi hadir di dalam perubahan itu. Di mana manusia berada dan mengabdikan dirinya, di situ Gereja harus hadir untuk mendampingi, menyapa dan meneguhkan," ujar Romo Yos.

Pada hari pertama, Kardinal Suharyo bersama rombongan mengunjungi kawasan IKN untuk melihat perkembangan pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia. Kedatangan rombongan disambut Ketua Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.

Menurut Romo Yos, IKN tidak semata-mata dapat dipandang sebagai proyek pembangunan fisik. Kawasan tersebut merupakan bagian dari perjalanan bangsa menuju masa depan sehingga pembangunan perlu tetap menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.

"IKN adalah ruang baru bagi bangsa Indonesia. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang gedung, jalan dan infrastruktur. Di balik semua itu ada manusia, ada keluarga, ada kehidupan dan ada harapan. Semua itu harus mendapat tempat," katanya.

Ia menegaskan, kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan membangun infrastruktur modern, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan menghadirkan keadilan, persaudaraan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam perspektif iman Katolik, pembangunan juga berkaitan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Alam, menurutnya, bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi, melainkan bagian dari rumah bersama yang harus dirawat.

"Kemajuan harus tetap manusiawi. Kita ingin melihat pembangunan yang membawa kesejahteraan, tetapi sekaligus menjaga lingkungan, menghormati martabat manusia dan memperkuat persaudaraan. Di situlah iman memberikan arah bagi pengabdian," tutur Romo Yos.

Iman dan Pengabdian Kebangsaan

Bagi OCI, pelayanan Gereja di lingkungan TNI dan Polri memiliki kekhasan tersendiri. Umat yang dilayani tidak hanya menjalankan profesi sebagai prajurit atau anggota kepolisian, tetapi juga menjalani panggilan sebagai pribadi beriman sekaligus warga negara.

Karena itu, pendampingan pastoral diarahkan untuk meneguhkan keseimbangan antara profesionalitas, integritas, kehidupan keluarga, iman, dan tanggung jawab kebangsaan.

Romo Yos menilai, iman seharusnya mendorong seseorang menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab.

"Iman tidak membuat kita menjauh dari tanggung jawab kebangsaan. Justru iman harus membuat kita semakin bertanggung jawab, semakin jujur, semakin adil dan semakin siap melayani bangsa dan sesama," tegasnya.

Baca Juga: Rakyat Bersama Prabowo

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.