TalentDNA Raih Gold Award: Membawa Visi Prof. Ary Ginanjar ke Kancah Internasional

AKURAT.CO Visi Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, dalam membangun pengembangan talenta manusia secara utuh kini mendapat pengakuan di panggung internasional.
Melalui TalentDNA, inovasi asesmen dan pengembangan talenta karya anak bangsa yang dikembangkan bersama Universitas Ary Ginanjar (UAG University), Indonesia berhasil meraih Gold Award kategori Manajemen & Administrasi dalam ajang UA ICE 2026 - Ulul Albab Innovation Competition Exhibition di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional terhadap inovasi TalentDNA sebagai instrumen berbasis riset yang menghadirkan pendekatan komprehensif dalam memahami, memetakan, dan mengembangkan potensi manusia.
Baca Juga: LOTTE Group Bina 40 Talenta Muda Lewat Program CSR Sepak Bola
Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pengembangan talenta Indonesia mampu bersaing di tingkat regional ASEAN.
Kompetisi internasional tersebut diikuti oleh 91 karya inovasi dari empat negara, yakni Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Dalam kategori Akademisi & Peneliti, TalentDNA diwakili oleh Madyastha Aji Bhirawa dari Universitas Ary Ginanjar (UAG University) bersama Dr. Wan Nurul Izza Wan Husin dari UPSI.
Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, mengatakan pengakuan internasional terhadap TalentDNA bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan tonggak strategis bagi masa depan pengembangan talenta di Indonesia dan kawasan ASEAN.
“TalentDNA adalah instrumen yang dirancang untuk mengungkap kecenderungan perilaku manusia secara utuh, mengenali dorongan motivasi, pola hubungan, dan gaya bertindak. Validitas ilmiah ini menjadi bukti bahwa pendekatan kita memiliki dasar teoretis yang kuat dan manfaat praktis yang nyata,” ujarnya kepada media di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Menurut Ary Ginanjar, memahami manusia secara utuh merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pengembangan sumber daya manusia yang efektif.
Organisasi tidak cukup hanya menilai seseorang berdasarkan capaian kinerja, tetapi juga perlu memahami potensi, karakter, motivasi, serta kecenderungan perilakunya.
Gagasan tersebut sejalan dengan filosofi pengembangan manusia yang selama ini diperkenalkan Ary Ginanjar melalui metode ESQ, yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ) untuk mengoptimalkan potensi individu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 2Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 3Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 8Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia







