Akurat Logo

Pasca Beralih Status, IAINI Parung-Bogor Didorong Perkuat Pengajaran, Riset, dan Pengabdian

Lufaefi | 25 Oktober 2026, 19:35 WIB
Pasca Beralih Status, IAINI Parung-Bogor Didorong Perkuat Pengajaran, Riset, dan Pengabdian
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi IAINI Parung Bogor - Dok. IAINI

AKURAT.CO Institut Agama Islam Nurul Iman (IAINI) Parung-Bogor didorong untuk terus memperkuat kualitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat setelah beralih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAINI) menjadi institut.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kopertais Wilayah II Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di IAINI Parung-Bogor, Ahad (25/10/2026).

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri Ketua Bidang Akademik Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si., Pendamping Visitor Imam Abdullah, S.Pd.I., Rektor IAINI Dr. Hj. Umi Waheeda binti H. Abdul Rahman, S.Psi., M.Si., Wakil Rektor I Bidang Akademik Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz, M.A., M.A.Hk., para kepala program studi, serta segenap sivitas akademika IAINI.

Ketua Bidang Akademik Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Prof. Dr. H. Encup Supriatna, M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan IAINI, khususnya perubahan status kelembagaan yang dinilainya menjadi bagian penting dari perjalanan pengembangan institusi.

Baca Juga: Kampus dan Hunian Bertambah, Educity PIK2 Mulai Membentuk Pasar Baru bagi Pelaku Usaha

“Melihat IAINI hari ini saya optimis kampus ini akan terus maju dan berkembang. Terbukti saat ini telah beralih status dari STAINI menjadi IAINI,” ujar Prof. Encup dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, perubahan status kelembagaan perlu diikuti dengan penguatan kualitas akademik. IAINI, kata dia, perlu mempersiapkan diri untuk mengembangkan kiprah dosen dalam menjalankan tugas akademiknya, baik dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“IAINI harus mempersiapkan diri untuk terus mengembangkan kiprah dosen-dosennya, baik dari aspek pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Prof. Encup juga memberikan perhatian terhadap potensi yang dimiliki Yayasan Al Ashriyah Nurul Iman Parung Bogor sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang menaungi IAINI. Setelah melihat dan mendengarkan pemaparan mengenai profil yayasan, ia menyampaikan apresiasi terhadap karakteristik lembaga tersebut, terutama terkait jumlah mahasiswa dan akses pendidikan yang diberikan.

“Saya melihat dan mendengarkan profil Yayasan Nurul Iman ini luar biasa. Baru satu-satunya kampus di Jawa Barat yang Mahasiswanya banyak dan free pendidikannya,” ungkapnya.

Selain penguatan tridarma perguruan tinggi, Prof. Encup menilai IAINI memiliki sejumlah kekhasan yang dapat dikembangkan menjadi objek penelitian. Salah satunya adalah budaya nikah Barakat yang berkembang di lingkungan Yayasan Nurul Iman.

Baca Juga: Program Pendidikan Gratis hingga Universitas Bisa Tingkatkan Kepuasan Publik dan Elektabilitas Prabowo

Menurutnya, kekhasan tersebut dapat dikaji secara lebih serius melalui penelitian akademik sehingga tidak hanya menjadi identitas budaya lembaga, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

“IAINI juga memiliki budaya yang unik, salah satunya seperti nikah Barakat, ini bisa dikembangkan dalam penelitian Q1,” kata Prof. Encup, memberi dorongan kepada dosen-dosen IAINI.

Dorongan tersebut menjadi perhatian penting bagi sivitas akademika IAINI, khususnya dalam meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. Berbagai fenomena sosial dan keagamaan yang berkembang di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar dapat menjadi ruang kajian yang dikembangkan melalui penelitian dengan metodologi yang kuat.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik IAINI, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz, M.A., M.A.Hk., menyampaikan bahwa IAINI berharap terus memperoleh arahan dan bimbingan dari Kopertais Wilayah II Jawa Barat dalam proses pengembangan institusi.

“IAINI berharap terus mendapat arahan dan bimbingan (dari Kopertais I Wilayah Jawa Barat) untuk terus maju dan berkembang,” ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi