AKURAT.CO Tim peneliti BRIN berhasil mengidentifikasi spesies baru kadal buta dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang diberi nama Dibamus oetamai.
Spesies ini sebelumnya dianggap bagian dari Dibamus novaeguineae, namun analisis morfologi dan biogeografi menunjukkan perbedaan signifikan, seperti ukuran tubuh, pola sisik kepala, dan warna tubuh.
Reptil ini endemik hutan hujan muson Buton di bawah 400 mdpl. Peneliti BRIN, Awal Riyanto, menjelaskan bahwa Dibamus adalah reptil fosorial mirip cacing dengan mata terdegenerasi dan kaki hanya pada jantan.
Spesies ini sulit diteliti karena jarang ditemukan. Spesies ini dinamai untuk menghormati almarhum Jakob Oetama, tokoh pers nasional, dan usulan nama lokalnya adalah Kadal Buta Buton.
Temuan ini menegaskan pentingnya konservasi hutan Pulau Buton karena Dibamus oetamai sangat rentan terhadap deforestasi.
Menurut Awal Riyanto, temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak keragaman reptil Indonesia yang belum terungkap, terutama di wilayah Wallacea yang menjadi hotspot keanekaragaman hayati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








