Akurat Logo

PHE Dekati Mahasiswa Lewat UYC, Bawa Isu Energi Lebih Relevan dengan Gen Z

Idham Nur Indrajaya | 22 September 2026, 21:14 WIB
PHE Dekati Mahasiswa Lewat UYC, Bawa Isu Energi Lebih Relevan dengan Gen Z
PHE dan GOS gelar Upstream Youth Champs, kompetisi konten sekaligus edukasi mahasiswa tentang industri energi. - dok. Akurat

AKURAT.CO Energi bukan isu yang jauh dari kehidupan mahasiswa. Listrik untuk mengerjakan tugas, bahan bakar untuk bepergian, hingga aktivitas ekonomi di sekitar kampus semuanya bergantung pada ketersediaan energi. Namun, ketika pembahasannya masuk ke eksplorasi, produksi migas, transisi energi, atau keberlanjutan, topik tersebut bisa terasa cukup teknis bagi anak muda.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencoba membawa pembahasan tersebut lebih dekat dengan mahasiswa melalui Upstream Youth Champs (UYC) 2026. Bersama Games of Society (GOS), PHE menggabungkan edukasi industri energi, diskusi interaktif, aktivitas kampus, serta kompetisi konten dalam satu rangkaian program.

UYC 2026 resmi dimulai di IPB University, Bogor, Selasa (22/9/2026). Program tersebut selanjutnya akan menyambangi 20 kampus di Indonesia hingga Desember 2026.

Melalui UYC 2026, PHE dan GOS mencoba memperkenalkan industri energi kepada mahasiswa dengan format yang tidak hanya mengandalkan seminar, tetapi juga interaksi dan produksi konten. Mahasiswa diberi ruang untuk memahami isu energi, berdiskusi dengan praktisi, kemudian mengolah perspektif tersebut menjadi karya yang dapat dikomunikasikan kepada publik.

Pendekatan itu membuat UYC bukan semata-mata kompetisi. Program tersebut juga menjadi ruang bagi PHE untuk membangun percakapan mengenai energi dengan generasi muda melalui medium yang lebih dekat dengan kehidupan mereka.

Baca Juga: PHE dan GOS Gelar Upstream Youth Champs, Ajak Mahasiswa Kenali Industri Energi Lewat Kompetisi Konten

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Energi, Wamenlu Ungkap Strategi RI Dorong Biodiesel Sawit

Mengapa PHE Membawa Isu Energi Lebih Dekat ke Mahasiswa?

Industri energi memiliki rantai bisnis dan persoalan yang kompleks. Bagi mahasiswa yang tidak berkecimpung langsung dalam bidang energi, mengenal industri tersebut tidak selalu berarti memahami seluruh proses teknisnya.

Karena itu, pendekatan edukasi menjadi penting. PHE tidak hanya membawa informasi mengenai sektor hulu migas ke lingkungan kampus, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog mengenai isu yang lebih luas.

Fitra Erika, Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, menjelaskan bahwa hubungan antara kampus dan industri perlu dibangun melalui apa yang disebut sebagai link and match.

Menurut Fitra, perusahaan memiliki kebutuhan industri yang dapat dikomunikasikan kepada perguruan tinggi, sementara kampus memiliki pengalaman dan kekuatan dalam penelitian.

“Kita butuh link and match antara perusahaan dan kampus," ujar Fitra dalam konferensi pers Kick Off Upstream Youth Champs 2026 di kampus IPB, Bogor, Selasa, 22 September 2026.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih dekat mengenai kebutuhan dunia industri. Interaksi dalam UYC juga dapat dimanfaatkan untuk membicarakan dunia kerja, kompetensi, penelitian, tugas akhir hingga proses rekrutmen.

Artinya, pembahasan energi dalam program tersebut tidak berhenti pada pertanyaan tentang bagaimana industri hulu migas bekerja. Mahasiswa juga dapat melihat bagaimana pengetahuan yang mereka miliki berhubungan dengan kebutuhan profesional.

Bagaimana UYC Membuat Isu Energi Lebih Dekat dengan Gen Z?

UYC menggunakan beberapa format sekaligus, mulai dari roadshow kampus, sesi edukasi, forum dan diskusi, aktivitas interaktif, publikasi media sosial, hingga kompetisi konten digital.

Kombinasi tersebut penting karena satu format tidak selalu cukup untuk menjangkau mahasiswa dengan latar belakang dan ketertarikan yang berbeda.

Sesi bersama praktisi dapat memberikan pemahaman mengenai industri. Diskusi membuka ruang pertanyaan. Sementara kompetisi konten memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengolah informasi tersebut menjadi karya.

Daud Novel Leonardo, CEO Games of Society, mengatakan interaksi menjadi bagian penting dalam rangkaian UYC.

“Roadshow jangan hanya seminar. Harus ada interaksi antara mahasiswa dengan PHE dan juga figur-figur yang hadir.”

Pernyataan tersebut menjadi kunci untuk memahami pendekatan UYC. Edukasi tidak ditempatkan sebagai proses satu arah, ketika perusahaan berbicara dan mahasiswa hanya mendengarkan.

Mahasiswa diberi ruang untuk bertanya, berdiskusi, mencari perspektif, kemudian menghasilkan sesuatu dari pengalaman tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.