PHE dan GOS Gelar Upstream Youth Champs, Ajak Mahasiswa Kenali Industri Energi Lewat Kompetisi Konten

AKURAT.CO Isu energi sering terdengar jauh dari kehidupan mahasiswa. Padahal, listrik yang digunakan untuk belajar, bahan bakar untuk mobilitas hingga berbagai aktivitas ekonomi sehari-hari berkaitan dengan rantai energi yang panjang. Tantangannya, bagaimana membuat pembahasan mengenai industri energi menjadi lebih dekat dengan generasi muda?
Pertanyaan tersebut coba dijawab PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama Games of Society (GOS) melalui Upstream Youth Champs (UYC) 2026. Program ini memadukan edukasi mengenai industri energi dengan aktivitas interaktif dan kompetisi konten yang melibatkan mahasiswa.
UYC 2026 resmi dimulai di IPB University, Bogor, Selasa, 22 September 2026. Program tersebut akan berlanjut melalui rangkaian kegiatan di 20 kampus hingga Desember 2026.
Secara sederhana, Upstream Youth Champs merupakan program PHE dan GOS yang menggunakan kompetisi konten sebagai salah satu medium untuk memperkenalkan industri energi, khususnya sektor hulu migas, kepada generasi muda. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga didorong berdiskusi, mengeksplorasi isu energi, lalu menyampaikannya melalui karya kreatif.
Format ini membuat edukasi energi tidak berhenti di ruang seminar. Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diolah menjadi konten yang kemudian berpotensi menjangkau publik yang lebih luas.
Upstream Youth Champs 2026 mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi”. Program tersebut dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia hulu migas sekaligus mengeksplorasi potensi di luar bidang akademis.
Rangkaian UYC mencakup campus roadshow, diskusi interaktif bersama praktisi industri hulu migas, sesi edukasi, berbagai aktivitas interaktif, hingga kompetisi konten secara daring.
PHE bersama GOS juga menyiapkan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan perspektif mengenai energi. Dengan demikian, posisi peserta tidak hanya sebagai penerima informasi dari perusahaan, melainkan turut menjadi pihak yang mengolah isu tersebut ke dalam bentuk komunikasi yang lebih dekat dengan audiens muda.
CEO Games of Society Daud Novel Leonardo mengatakan pendekatan interaktif menjadi bagian penting dalam pelaksanaan UYC. Menurut dia, kegiatan di kampus tidak seharusnya hanya berbentuk seminar.
“Roadshow jangan hanya seminar. Harus ada interaksi antara mahasiswa dengan PHE dan juga figur-figur yang hadir," ujar Novel dalam konferensi pers Kick Off Upstream Youth Champs 2026 di kampus IPB Bogor, Selasa, 22 September 2026.
Pernyataan tersebut menjelaskan mengapa kompetisi konten ditempatkan berdampingan dengan kegiatan edukasi. Mahasiswa mendapat kesempatan untuk berinteraksi lebih dulu sebelum menuangkan pemahaman mereka dalam sebuah karya.
Mengapa PHE dan GOS Memilih Kompetisi Konten untuk Edukasi Energi?
Ada perbedaan antara menerima informasi dan mengolah informasi menjadi sebuah karya. Dalam seminar, mahasiswa dapat memahami materi yang diberikan pembicara. Dalam kompetisi konten, mereka perlu menentukan sudut pandang, menyusun pesan, memilih cara bercerita, dan memikirkan bagaimana isu tersebut dipahami audiens.
Di sinilah UYC memiliki pendekatan yang berbeda. Kompetisi konten dapat menjadi tahap lanjutan setelah mahasiswa mendapatkan paparan mengenai industri energi.
Fitra Erika, Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, mengatakan masyarakat saat ini banyak mengikuti isu energi melalui media sosial. Menurut dia, UYC dapat menjadi ruang untuk mendorong hadirnya informasi energi dalam bentuk yang lebih positif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut juga sejalan dengan peran GOS sebagai mitra strategis PHE dalam menjangkau kampus dan generasi muda. GOS sebelumnya banyak menggunakan olahraga sebagai ruang interaksi dan kompetisi anak muda, kemudian memperluas pendekatan tersebut ke isu energi melalui UYC.
Hasil akhirnya bukan semata-mata seberapa banyak mahasiswa mengetahui istilah dalam industri hulu migas. Lebih jauh, mahasiswa diharapkan memiliki konteks untuk memahami mengapa energi penting bagi kehidupan dan pembangunan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya







