Akurat Logo

Finalisasi SAGARA, Mayjen Sriyanto: Satu Data Gambut-Mangrove untuk Seluruh Pemangku Kepentingan

Saeful Anwar | 30 Oktober 2026, 20:57 WIB
Finalisasi SAGARA, Mayjen Sriyanto: Satu Data Gambut-Mangrove untuk Seluruh Pemangku Kepentingan
Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto, memimpin finalisasi rancangan SAGARA di Palembang, pada Kamis (29/10/2026). - Foto: BPGMN

AKURAT.CO Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) tengah menyelesaikan penyempurnaan rancangan sistem informasi terintegrasi yang diberi nama SAGARA, atau Sistem Analisis Gambut dan Mangrove Nusantara.

Platform ini dirancang menjadi satu pintu data bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia.

Finalisasi rancangan SAGARA pada Kamis (29/10/2026), di Hotel Swarna Dwipa, Palembang.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BPGMN, Mayjen TNI Sriyanto, dan dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan Universitas Sriwijaya, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Forkopimda, serta organisasi masyarakat sipil.

Sriyanto menyatakan bahwa SAGARA bukan sekadar peta digital. Sistem ini dibangun berbasis teknologi spasial yang diperkuat dengan inovasi kecerdasan buatan (AI), sehingga mampu berfungsi sebagai pusat pertukaran data dan pengetahuan sekaligus sistem peringatan dini.

"SAGARA akan menjadi clearing house sekaligus pusat pengetahuan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove. Sistem ini juga akan berfungsi sebagai deteksi dini kebakaran di lahan gambut serta kerusakan ekosistem mangrove," jelasnya.

Keunggulan utama SAGARA terletak pada kemampuannya menyajikan tidak hanya informasi kerawanan kebakaran, baik dari analisis pakar maupun laporan masyarakat yang terverifikasi, tetapi juga rekomendasi tindakan nyata.

Sistem ini akan menganalisis ketersediaan sumber daya manusia, baik masyarakat maupun personel TNI dan Polri, serta infrastruktur yang ada di lapangan, sehingga langkah pencegahan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan efisien.

Pengembangan SAGARA melibatkan integrasi data lintas instansi, termasuk Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BMKG, BNPB, dan BRIN.

Nantinya, portal ini dapat diakses secara terbuka (open access), sehingga menjadi alat akuntabilitas kinerja, sekaligus pendukung pengambilan keputusan yang andal.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Gambut, BPGMN Bakal Petakan Kanal hingga Ajak Warga Tanam Sagu

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
W
Editor
Wahyu SK