Utang Whoosh Direstrukturisasi 80 Tahun, Mantan Menkeu Purbaya Disebut Tak Paham Substansi Masalah

AKURAT.CO Pernyataan mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam merespons persoalan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh mendapat kritik banyak pihak.
Salah satunya pengamat ekonomi Alumnus UGM, Defiyan Cori, yang menyebut Purbaya kerap menyampaikan pernyataan secara spontan dan blak-blakan, tanpa didahului analisis mendalam mengenai substansi persoalan.
Kritik tersebut disampaikan Defiyan saat merespons pernyataan mengenai restrukturisasi utang Whoosh, yang disebut dapat berlangsung hingga 80 tahun. Hingga kalimat Purbaya yang terkesan membebankan utang kepada pemerintahan mendatang.
"Itu sangat erat kaitannya dengan karakter Purbaya yang menyampaikan sesuatu tanpa analisis mendalam dan cenderung blak-blakan, spontan, dan tidak memahami substansi permasalahan sebenarnya," ujarnya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Defiyan juga mengkritik gaya Purbaya, yang menurutnya, berbeda dengan menteri keuangan sebelumnya. Ia menilai perbedaan gaya tersebut berpotensi lebih banyak membentuk citra di ruang publik, dibanding menunjukkan perubahan mendasar dalam pengelolaan keuangan negara.
Baca Juga: KPK: Penyelidikan Korupsi Whoosh Terus Jalan, Sejumlah Pihak Sudah Diperiksa
"Yang hanya ingin mencapai citranya di depan-depan publik bahwa yang bersangkutan berbeda dengan menteri keuangan sebelumnya. Padahal, sejatinya pengelolaan keuangan tidak banyak perubahan," katanya.
Defiyan kemudian mengaitkan kritik tersebut dengan persoalan restrukturisasi utang Whoosh hingga 80 tahun. Menurutnya, pemerintah tidak semestinya menganggap perpanjangan tenor sebagai satu-satunya cara menyelesaikan persoalan pembiayaan Whoosh.
Defiyan menilai masih ada sejumlah alternatif yang dapat dibahas dalam kerangka business to business (B2B). Termasuk restrukturisasi utang, kepemilikan saham, maupun kerja sama operasi dengan pihak China.
"Jadi, banyak jalan menuju Roma, tidak hanya satu-satunya tidak hanya restrukturisasi utang," ujarnya.
Dia juga mengingatkan agar penyelesaian persoalan Whoosh tidak kemudian menggeser beban persoalan keuangan tersebut kepada pemerintah dan generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






