DPR Dukung Larangan SPPG Gunakan LPG 3 Kg hingga MinyaKita, Minta Pengawasan Diperketat

AKURAT.CO Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, mendukung kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang melarang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan LPG subsidi 3 kilogram, MinyaKita, dan beras SPHP dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Firman menilai kebijakan tersebut penting untuk memastikan barang-barang bersubsidi tetap dinikmati masyarakat yang berhak.
Namun, ia mengingatkan agar larangan itu diiringi pengawasan ketat guna mencegah penyalahgunaan.
"Program bantuan sosial untuk masyarakat miskin sudah memiliki data penerima yang jelas. Karena itu, bantuan harus tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat penerima. Jangan sampai dimanfaatkan untuk kepentingan lain, termasuk SPPG," kata Firman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, penggunaan LPG 3 kg, MinyaKita, maupun komoditas bersubsidi lainnya oleh SPPG berpotensi mengurangi hak masyarakat miskin yang menjadi sasaran utama subsidi pemerintah.
"Subsidi untuk gas 3 kilogram, MinyaKita, beras, semuanya sudah memiliki alokasi anggaran sesuai jumlah rumah tangga penerima. Kalau dialihkan, masyarakat yang berhak justru tidak mendapatkan haknya dan beban subsidi negara akan semakin besar," ujarnya.
Firman juga menyoroti potensi penyimpangan dalam distribusi barang bersubsidi.
Ia mencontohkan praktik penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan yang masih terjadi di lapangan.
"Kalau memang ada mafia yang bermain pada distribusi gas 3 kilogram, MinyaKita maupun beras bersubsidi, harus ditindak tegas. Jangan sampai yang menikmati justru kelompok yang tidak berhak," tegasnya.
Ia mendorong DPR, khususnya komisi yang membidangi pengawasan, aktif turun ke lapangan untuk memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai ketentuan.
Baca Juga: BGN Ancam Pecat Kepala SPPG yang Minta Fee ke Mitra Program MBG
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








