Harga Cabai Tinggi, Kemendagri Minta Pemda Galakkan Aksi Tanam Cabai

AKURAT.CO Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, meminta seluruh kepala daerah segera menggalakkan gerakan menanam cabai di wilayah masing-masing, sebagai langkah konkret mengendalikan harga.
Menurutnya, tingginya harga cabai saat ini tidak dapat terus diatasi hanya dengan mengandalkan distribusi pasokan dari daerah lain, tetapi perlu dibarengi peningkatan produksi di tingkat lokal.
"Kalau kita mengandalkan hasil perkebunan cabai merah 80 persen itu dibeli pabrik untuk sambal yang botolan dan saset itu, sehingga mengandalkan perdagangan antarkota pun volumenya tidak banyak," kata Tomsi, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: BPS: Inflasi Mei 3,08 Persen, Harga Cabai Merah Paling Dominan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 0,39 persen.
Dari kelompok tersebut, cabai merah tercatat sebagai komoditas yang memberikan tekanan inflasi paling tinggi setelah mengalami kenaikan harga hingga 25,64 persen dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen.
Menurutnya, tingginya harga cabai tidak terlepas dari besarnya industri pengolahan yang menyerap hasil produksi. Kondisi ini membuat ketersediaan cabai untuk konsumsi rumah tangga menjadi semakin terbatas.
Karena itu, pemerintah daerah (Pemda) perlu mengambil langkah lebih proaktif dengan mendorong peningkatan produksi cabai di wilayah masing-masing. Terutama bagi daerah yang masyarakatnya memiliki tingkat konsumsi cabai yang tinggi.
Baca Juga: Bapanas: Harga Cabai Rawit Turun 47 Persen, Kini Rp63 Ribu per Kg
"Saya ingin menjelaskan kalau kita memahami bahwa warga masyarakat kita di kabupaten/kota kita adalah kelompok dominan pemakan cabai, ya bertanggung jawab lah kepala daerahnya, jangan mengandalkan kabupaten/kota lain untuk membantu," jelasnya.
Tomsi mengingatkan, pengendalian inflasi membutuhkan langkah nyata dan berkelanjutan. Untuk itu, dia meminta seluruh Pemda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera menyusun strategi serta melakukan aksi penanaman cabai secara langsung, agar persoalan kenaikan harga komoditas tersebut tidak terus berulang.
"Kalau memang mampu untuk melaksanakan gerakan menanam khususnya cabai di daerah-daerah tertentu tadi agar dilaksanakan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 7FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana









