Hadapi Dinamika Global, Komisi IV DPR Tekankan Penguatan Pangan Nasional

AKURAT.CO Ketua Komisi IV DPR, Titiek Soeharto, menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional, melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah yang lebih optimal dan adaptif terhadap berbagai dinamika global.
Menurutnya, ketahanan pangan nasional harus diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk antara Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pangan Nasional, serta BUMN pangan yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.
"Komisi IV DPR meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, serta memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah dinamika global dan perubahan iklim," ujar Titiek, dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR dengan mentan, kepala Bapanas, Menteri KP, dirut Bulog, PT Pupuk dan RNI di Gedung Nusantara, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Legislator Partai Gerindra itu menilai penguatan cadangan pangan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, baik akibat krisis global, perubahan iklim maupun gangguan distribusi di dalam negeri.
Oleh karenanya, optimalisasi peran Perum Bulog dan ID Food, sebagai BUMN Holding Pangan, dinilai sangat strategis dalam menjaga ketersediaan stok pangan nasional.
Baca Juga: Komisi XIII DPR Kritisi Pengelolaan Aset Negara di GBK dan Kemayoran
Selain penguatan cadangan pangan, Komisi IV DPR juga mendorong peningkatan produksi pangan dalam negeri dalam rangka memperkokoh ketahanan pangan nasional.
Langkah tersebut antara lain melalui penyediaan benih unggul, ketersediaan pupuk, penguatan jaringan irigasi, serta dukungan alat dan mesin pertanian baik pada tahap prapanen maupun pascapanen.
Komisi IV DPR juga mengapresiasi kinerja Perum Bulog dan BUMN Holding Pangan yang dinilai telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional serta memperkuat cadangan pangan pemerintah.
"Upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi distribusi dan harga pangan," pungkas Titiek.
Baca Juga: Banggar DPR Desak Reformasi Subsidi Energi di Tengah Tekanan Harga Minyak dan Rupiah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







