HNW Peringatkan Skenario Adu Domba di Timur Tengah, Dorong OKI Gelar KTT Darurat

AKURAT.CO Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR), Hidayat Nur Wahid, mengingatkan negara-negara Timur Tengah agar mewaspadai kemungkinan skenario adu domba yang dapat menyeret kawasan ke konflik terbuka, di tengah eskalasi perang yang melibatkan Israel, Iran, dan sekutunya.
Politisi senior PKS yang akrab disapa HNW itu menyebut, meningkatnya serangan terhadap target sipil maupun fasilitas ekonomi strategis di sejumlah negara Teluk berpotensi memicu ketegangan baru yang memperluas medan konflik.
Dia menilai, negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan operasi false flag yang dapat memancing permusuhan antarnegara di kawasan.
"Negara-negara anggota OKI di Timur Tengah perlu waspada dan jangan mau menjadi korban adu domba melalui dugaan adanya operasi false flag oleh pihak mana pun, yang ujung akhirnya menyeret negara-negara Teluk pada perang terbuka melawan Iran," kata HNW dalam keterangan tertulis, Kamis (5/3/2025).
Peringatan itu disampaikan menyusul rangkaian serangan terhadap target nonmiliter di kawasan, termasuk fasilitas ekonomi di Arab Saudi dan Qatar. Serangan tersebut bahkan dilaporkan berdampak pada penghentian produksi di kilang Ras Tanura milik Saudi Aramcoserta penutupan produksi LNG oleh QatarEnergy.
Selain itu, sejumlah objek sipil juga menjadi sasaran serangan di Iran, termasuk sekolah khusus perempuan di Minab serta Rumah Sakit Gandhi di Teheran. Dia menegaskan, serangan terhadap fasilitas sipil dan ekonomi nonmiliter merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Penyerangan terhadap target nonmiliter dan terhadap warga sipil jelas merupakan pelanggaran hukum internasional, tidak sesuai Piagam PBB, Statuta OKI, dan juga tidak dibenarkan dalam Islam," ujarnya.
HNW juga menyinggung adanya dugaan operasi intelijen di balik sejumlah serangan tersebut. Dia merujuk pada pernyataan pengamat politik Amerika Serikat Tucker Carlson, yang menyebut kemungkinan keterlibatan agen Mossad dalam penanaman bom di Arab Saudi dan Qatar melalui operasi false flag.
Namun di sisi lain, pemerintah Qatar dilaporkan telah menangkap dua kelompok jaringan yang mengaku sebagai pendukung Islamic Revolutionary Guard Corps yang beroperasi di negara tersebut.
Baca Juga: Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Koreksi Bursa Eropa
Situasi ini menurutnya semakin menegaskan perlunya kewaspadaan tinggi di kawasan. HNW juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan OKI segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan konflik serta menjatuhkan sanksi terhadap pihak yang menyerang target sipil.
Dia bahkan mendorong OKI segera menggelar KTT luar biasa tingkat kepala negara guna mencegah konflik meluas. Menurutnya, solidaritas negara-negara OKI menjadi kunci untuk mencegah kawasan Timur Tengah terpecah akibat konflik yang semakin kompleks.
"Penting agar negara-negara OKI tidak terjebak dalam skenario yang justru melemahkan mereka sendiri," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta







