Anis Matta: Ibadah Haji dan Kurban Ajarkan Kita Menciptakan Sumber Kehidupan Lewat Pengorbanan

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menegaskan, ibadah haji dan kurban bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan refleksi mendalam tentang patahan hidup, pengorbanan, dan penciptaan sumber-sumber kehidupan.
Pernyataan ini disampaikan Anis menyusul momentum pelaksanaan wukuf di Arafah, Jumat (6/6/2025), yang menandai puncak ibadah haji, bertepatan dengan perayaan Iduladha 1446 H di seluruh dunia.
"Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail tidak hanya bicara tentang cinta dan pengorbanan, tapi juga tentang bagaimana manusia mampu melompati patahan hidupnya untuk menciptakan sebab-sebab dan sumber kehidupan," ujar Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu (7/6/2025).
Anis menguraikan kembali kisah legendaris Ibrahim yang meninggalkan istrinya, Hajar, dan putranya Ismail di padang tandus—tempat tak berpenghuni, tanpa air maupun tanaman.
"Itu maknanya, tidak ada sebab-sebab kehidupan di sana," kata Anis.
Baca Juga: Iduladha 2025, InJourney Airports Salurkan 92 Hewan Kurban Melalui 37 Bandara di Seluruh Indonesia
Namun, upaya Hajar yang berlari tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah, yang kini menjadi ritual Sa’i, menunjukkan bahwa usaha keras, walau tampak sia-sia, justru melahirkan Zamzam—air yang menjadi sumber kehidupan hingga hari ini.
"Zamzam adalah simbol bahwa perjuangan dan pengorbanan akan menciptakan kehidupan. Tidak ada Zamzam tanpa Sa’i. Dan Sa’i itu kerja keras," katanya.
Anis menekankan, dari kaki bayi Ismail, muncul air sebagai simbol awal kehidupan.
"Zamzam bukan sekadar air. Ia adalah simbol keberlanjutan kehidupan karena pengorbanan, usaha, dan keteguhan hati," ujarnya.
Dalam bagian lain, Anis juga mengangkat makna pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya, Ismail. Sebuah ujian luar biasa mengenai cinta dan keimanan.
"Pertanyaannya: siapa yang lebih dicintai, anak yang ditunggu bertahun-tahun, atau Allah Sang Pencipta anak itu?" tutur Anis.
Allah kemudian mengganti Ismail dengan sembelihan besar sebagai bentuk penghargaan atas kepasrahan total Nabi Ibrahim.
"Inilah transformasi dari pengorbanan individu menjadi syariat pengorbanan umat. Maknanya, pengorbanan besar selalu melahirkan sebab-sebab dan sumber kehidupan yang besar pula," jelasnya.
Anis menyimpulkan, kisah Ibrahim dan Ismail menjadi refleksi penting bagi umat Muslim dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Pontianak Jadi Kota ke-15 Program Kota Masa Depan
“Setiap kita akan mengalami patahan hidup. Tapi seperti Ibrahim dan Ismail, dari patahan itu, kita bisa melahirkan sesuatu yang lebih besar jika disertai keyakinan, keteguhan, dan pengorbanan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








