Perempuan Parlemen OKI Bahas Pemberdayaan dan Isu Kemanusiaan Global di Jakarta

AKURAT.CO Sejumlah anggota parlemen perempuan dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) berkumpul dalam 12th Conference of Muslim Women Parliamentarians, salah satu agenda penting dalam rangkaian Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 12–15 Mei 2025.
Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, mengungkapkan, forum ini menjadi wadah strategis untuk membahas tantangan dan peluang dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya di dunia politik.
"Forum ini sangat penting karena membahas berbagai tantangan yang dihadapi perempuan parlemen di dunia Muslim," ujar Irine di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/5/2025).
Ia menyoroti laporan The Commission on the Status of Women (CSW) PBB yang menyatakan bahwa perjuangan pemberdayaan perempuan secara global kini berada dalam kondisi off track atau menyimpang dari jalur yang ditargetkan.
"Banyak negara mengalami stagnasi. Padahal, target SDGs tinggal lima tahun lagi, sementara Beijing Platform sudah berjalan 30 tahun," jelas Irine, merujuk pada SDG 5 yang berfokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Menurutnya, forum perempuan parlemen OKI ini penting untuk menyatukan visi dan strategi dalam memperkuat peran perempuan dalam pengambilan kebijakan publik.
Baca Juga: PSI Gelar Pemilu Raya Ketua Umum Lewat E-Vote: Dorong Tradisi Politik Super Terbuka
“Kami ingin memastikan bahwa perempuan mendapatkan kesempatan luas untuk menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan,” tegasnya.
Sementara itu, anggota BKSAP DPR RI, Melly Goeslaw, dalam forum tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap krisis kemanusiaan di Palestina dan Kashmir.
Ia menekankan pentingnya solidaritas internasional, terutama untuk melindungi perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam konflik.
“Konflik di Gaza adalah ujian bagi nilai-nilai kemanusiaan kita. Tidak ada tempat yang lebih mendesak dari Gaza saat ini,” ucap Melly.
Ia juga mengungkapkan kondisi infrastruktur kemanusiaan yang semakin memburuk, termasuk Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang rusak berat akibat serangan Israel.
“Bahkan fasilitas kemanusiaan pun kini tidak lagi aman. Ini harus menjadi alarm bagi kita semua,” tegasnya.
Melly menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan perlindungan sipil di wilayah konflik sesuai hukum humaniter internasional.
Ia juga menyerukan pentingnya aksi konkret dari negara-negara OKI untuk menghentikan kekerasan dan memastikan akses bantuan kemanusiaan.
“Perdamaian dimulai dari perlindungan. Ketika kita melindungi perempuan dan anak-anak dari kehancuran perang, kita sedang membangun pondasi perdamaian,” ujarnya.
Ia pun mengajak negara-negara OKI untuk tidak hanya menyuarakan keprihatinan, tetapi juga mengambil tindakan nyata, termasuk dalam merespons memanasnya konflik India–Pakistan yang telah memakan banyak korban sipil.
“Mari kita berdiri bersama mereka yang paling rentan, tidak hanya dalam kata, tapi juga lewat aksi nyata dan berani,” pungkasnya.
Baca Juga: One UI 7 Dinilai Mengecewakan, Bukan Karena Keterlambatan tapi Perubahan Tata Letak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 6Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 7Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
- 8Prediksi Skor Sevilla vs Barcelona 20 September 2026: Blaugrana Diprediksi Menang
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia









