Akurat Logo

Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP

Putri Dinda Permata Sari | 18 September 2026, 07:00 WIB
Gerindra Buka Pintu Koalisi 2029, Begini Respons PDIP
Ketua DPP PDIP Bidang Pemilu Eksekutif, Deddy Yevry Sitorus.

AKURAT.CO Wacana kerja sama politik antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan (PDIP) untuk menghadapi Pemilu 2029 mulai mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tampil akrab saat peresmian LRT Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Gerindra sebelumnya menyatakan terbuka menjalin kerja sama dengan berbagai kekuatan politik, termasuk PDIP. Namun, PDIP menilai pembicaraan mengenai kontestasi Pilpres 2029 masih terlalu dini.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemilu Eksekutif, Deddy Yevry Sitorus, mengatakan, pemerintahan saat ini baru berjalan sekitar dua tahun sehingga belum waktunya membicarakan pasangan atau koalisi untuk Pilpres mendatang.

"Soal pemilu saya kira terlalu pagi untuk dibicarakan sekarang, pemerintahan baru berjalan dua tahun," ujar Deddy saat dihubungi, Kamis (17/9/2026).

Meski demikian, Deddy tidak menutup kemungkinan pembahasan mengenai arah politik ke depan dilakukan pada waktunya.

"Tetapi soal peluang terkait pilpres ke depan, ada waktu yang tepat untuk dibicarakan," katanya.

Deddy juga menanggapi pujian Prabowo kepada Pramono saat peresmian LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai.

Menurut Deddy, interaksi kedua tokoh tersebut merupakan bentuk komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menilai hubungan kerja seperti yang ditunjukkan Prabowo dan Pramono dapat menjadi contoh dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan.

"Kami lebih menghargai jika semua pihak bekerja sama untuk kebaikan rakyat dan negeri hingga saatnya bicara soal pemilu nanti," ujarnya.

Baca Juga: PDIP: Kesepakatan Elite soal RUU Pemilu Bukan Keputusan Final

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.