Ahmad Muzani: Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia Bagian dari Persiapan Kemerdekaan Palestina

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa rencana evakuasi warga Gaza oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya nyata Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar aksi kemanusiaan, tapi juga strategi persiapan untuk rekonstruksi Palestina pasca perang.
"Yang dilakukan oleh Presiden Prabowo yang merencanakan untuk melakukan evakuasi warga Gaza ke Indonesia itu adalah tenaga-tenaga medis, tenaga-tenaga pendidik yang itu dilakukan oleh Presiden Prabowo sebagai bagian dari persiapan Palestina yang merdeka," kata Muzani kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: 88 Persen Gedung Sekolah di Gaza Rusak Akibat Serangan Israel
Sekjen Partai Gerindra ini menjelaskan, saat ini Palestina sudah mulai menghitung kebutuhan biaya untuk rekonstruksi fisik dan infrastruktur setelah perang berakhir.
Maka dari itu, Indonesia sebagai negara yang sejak lama konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, juga mulai mempersiapkan diri.
"Negara-negara di sekitar Palestina sekarang ini sedang mempersiapkan diri rekonstruksi pasca perang. Pasca Palestina Merdeka. Ketika Palestina Merdeka, pasca perang selesai, maka yang harus dilakukan adalah bagaimana membangun fisik," jelas Muzani.
Salah satu bentuk dukungan Indonesia adalah, melalui rencana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang akan membangun kembali fasilitas-fasilitas penting seperti masjid, rumah sakit, dan sekolah yang sempat dibangun di wilayah Palestina.
"Baznas misalnya itu akan merencanakan rekonstruksi bahkan pembangunan kembali masjid, rumah sakit dan sekolah-sekolah Indonesia yang dibangun di tanah Palestina untuk rakyat Palestina," ujarnya.
Namun, tantangan ke depan bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Karena itu, evakuasi yang direncanakan diarahkan kepada calon tenaga medis dan pendidik yang akan diberikan pelatihan di Indonesia.
Baca Juga: UPDATE Seruan Boikot 25 Produk dan Perusahaan Teknologi yang Diduga Terlibat dalam Penyerangan Israel ke Gaza!
"Ketika itu terjadi, maka yang diperlukan adalah bagaimana mengisi dokter-dokter, tenaga pendidik, dan para guru yang sekarang ini menjadi korban gugur dalam peperangan terhadap Israel," kata Muzani.
"Jumlahnya makin rendah, makin kecil karena itu tenaga-tenaga yang ada akan dididik, baik medis ataupun non-medis di Indonesia sebagai bagian dari persiapan pembangunan kembali sumber daya manusia di Palestina," tambahnya.
Menurutnya, langkah Prabowo tersebut mencerminkan komitmen Indonesia yang tidak hanya memberikan dukungan politik, tapi juga dukungan konkret melalui rekonstruksi dan pembangunan kapasitas rakyat Palestina.
"Itu yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo bagian dari dukungan kita secara menyeluruh. Bukan hanya dukungan politik, tapi dukungan fisik dalam arti pembangunan masjid, rumah sakit, sekolah, termasuk upaya kita mempersiapkan bagaimana sekolah dan rumah sakit itu diisi oleh dokter-dokter yang memiliki kapasitas yang memadai bagi kebutuhan rakyat Palestina," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9BGN Hentikan Permanen Operasional Empat Dapur MBG
- 10KPK Buka Peluang Penyidikan Baru Usut Dugaan Aliran Uang ke Pimpinan dan Anggota Komisi VIII DPR






