Lalu Lintas dan Angkutan Umum Jadi Tulang Punggung Ekonomi di Indonesia

AKURAT.CO Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, menekankan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan. Menurutnya, lalu lintas dan angkutan jalan menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia.
Berdasarkan UU No 22 tahun 2009, tertulis bahwa lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peran strategis dalam mendukung pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan kesejahteraan umum.
"Dalam kerangka ekonomi makro, lalu lintas dan angkutan jalan menjadi tulang punggung perekonomian baik di tingkat nasional, regional maupun lokal. Tidak hanya itu, lalu lintas juga disebut sebagai budaya dan potret modernitas serta urat nadi kehidupan sebuah bangsa," kata Edison dalam diskusi Forum Pemred SMSI, di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada Rabu (20/11/2024).
Dia pun menyoroti lalu lintas dan angkutan jalan, khususnya di sejumlah kota besar di Indonesia yang acapkali dilanda kesemrawutan, kemacetan dan kecelakaan. Tak dapat dipungkiri, beragam masalah lalu lintas menjadi momok bagi masyarakat pengguna jalan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung.
Baca Juga: Tingginya Urbanisasi Bikin Kemacetan di Perkotaan Makin Meningkat
Dia menjelaskan, kemacetan atau kesemrawutan ini memiliki beragam penyebab. Di antaranya jumlah atau populasi kendaraan bermotor yang tidak terkendali, masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap ketertiban dan keselamatan sehingga tanpa merasa salah melakukan pelanggaran.
Kemudian, kurang maksimalnya penegakan hukum yang bisa memberikan efek jera bagi pelanggar, serta faktor kondisi jalan yang kerap memicu kemacetan seperti penggalian yang waktunya cukup lama dan minus koordinasi dengan stakeholder lainnya.
Yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyebab kemacetan tersebut pun beragam pula, yakni melakukan pembatasan ruang gerak kendaraan dengan berbagai kebijakan. Seperti ganjil genap, contraflow, 3:1 dan rekayasa-rekayasa lalu lintas. Kemudian secara rutin menggelar tiga operasi setiap tahunnya yaitu Operasi Zebra, Simpatik dan Patuh.
"Ironisnya, ada rasa kebanggaan saat mengumumkan hasil operasi yang jumlah pelanggarnya terus meningkat. Padahal, semestinya ada evaluasi, mengapa kegiatan yang dilakukan secara rutin tetapi tidak atau kurang memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas masyarakat," ungkap dia.
Diketahui, diskusi perdana Forum Pemred SMSI dengan tema 'Upaya Mengatasi Problematika Kemacetan Lalu Lintas, Dampak Kemacetan dari Sisi Ekonomi' ini, didukung oleh BRI Insurance, Jasamarga Indonesia Highway Corp, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Perhubungan , PT Kalbe Farma, Entrasol dan Condro Kirono.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar







