Akurat Logo

Jelang 5 Abad Jakarta, Warga Gelar Aksi Satu Juta Tanda Tangan Minta Masuk Pantai Ancol Digratiskan

Ayu Rachmaningtyas | 1 November 2026, 18:53 WIB
Jelang 5 Abad Jakarta, Warga Gelar Aksi Satu Juta Tanda Tangan Minta Masuk Pantai Ancol Digratiskan
Warga Jakarta Bersatu menuntut akses masuk Pantai Ancol digratiskan. - Foto: Warga Jakarta Bersatu

AKURAT.CO Puluhan orang yang tergabung dalam Warga Jakarta Bersatu menggelar aksi Satu Juta Tanda Tangan di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (1/11/2026).

Mereka menyuarakan tuntutan agar akses masuk Pantai Ancol digratiskan bagi seluruh masyarakat, menjelang peringatan 5 abad atau Hari Jadi Kota Jakarta yang ke 500 tahun.

"Kami mendukung bagaimana Ancol bisa gratis, targetnya sejuta. Jadi, kita minta sejuta tangan petisi untuk kepada masyarakat sebagai kado, di mana sebentar lagi Jakarta menuju lima abad. Jadi, kita ingin Jakarta di hari lahirnya yang lima abad bisa menggratiskan akses gerbang masuk Ancol," jelas Andi Nurcahyadi, Koordinator Aksi Warga Jakarta Bersatu.

Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta yang didominasi kaum ibu membentangkan kain putih dengan panjang kurang lebih 30 meter berisi tanda tangan warga. Kain putih itu digunakan untuk mengumpulkan dukungan terhadap aspirasinya untuk penghapusan tiket masuk Pantai Ancol.

Peserta aksi mengajak masyarakat yang tengah mengikuti kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) untuk ikut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan.

Baca Juga: Pantai Ancol Padat Pengunjung di Libur Panjang, Target 100 Ribu Wisatawan

"Alhamdulillah, antusiasme masyarakat begitu besar ketika kita mengampanyekan tiket masuk gratis Ancol ini. Karena memang kita butuh hiburan khusus masyarakat Jakarta," kata Andi Nurcahyadi.

Usai menyampaikan aspirasi di Bundaran HI, kelompok warga tersebut melanjutkan aksi dengan bergerak menuju Kawasan Sarinah. Mereka tetap membawa spanduk berisi tanda tangan warga sebagai sarana menyuarakan tuntutan kepada masyarakat yang ditemui sepanjang jalan, sambil membagikan air mineral dan snack.

Aksi solidaritas ini menyoroti persoalan akses masyarakat terhadap ruang publik di kawasan pesisir, khususnya Pantai Ancol. Menjelang lima abad Jakarta, para peserta menginginkan kawasan pantai dapat dinikmati masyarakat secara lebih terbuka, adil, dan terjangkau.

"Liburan di pantai Jakarta cuma ada Ancol, sementara Ancol untuk biaya masuknya cukup mahal, tiketnya saja untuk motor Rp25 ribu, orangnya Rp35 ribu. Bagaimana kalau ngajak keluarga lima orang, tentu makan banyak biaya" jelas Andi Nurcahyadi.

Mereka menilai kawasan pesisir merupakan bagian dari ruang publik yang semestinya dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat. Karena itu, tuntutan penggratisan tiket masuk Pantai Ancol menjadi salah satu aspirasi yang disuarakan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.