Kemacetan Makin Parah, Ekonomi Jakarta Tekor hingga Rp100 Triliun per Tahun

AKURAT.CO Kemacetan lalu lintas di Jakarta menimbulkan kerugian ekonomi hingga sekitar Rp100 triliun per tahun. Angka itu belum termasuk dampak kesehatan masyarakat yang juga signifikan, diperkirakan mencapai Rp44 triliun.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan kemacetan terjadi karena pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan. Dia menyebut pertumbuhan panjang jalan di Jakarta hanya sekitar 0,001 persen.
"Artinya memang tidak memadai untuk menampung seluruh kendaraan bermotor yang ada. Oleh sebab itu kemacetan lalu lintas luar biasa di Jakarta," kata Syafrin dalam rapat evaluasi Dinas Perhubungan bersama Komisi B, di Gedung DPRD Provinsi Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: 5 Cara Cek Kemacetan Arus Mudik Lebaran 2026 Lewat HP dengan Mudah
Menurut dia, tingginya mobilitas warga di Jakarta dan kawasan aglomerasi turut memperparah kondisi lalu lintas. Aktivitas harian masyarakat yang padat membuat beban jalan meningkat, terutama pada jam sibuk.
"Berdasarkan sejumlah studi, kerugian ekonomi akibat kemacetan di Jakarta mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun," ujarnya.
Baca Juga: Urai Kemacetan, DPRD Jakarta Minta Pelebaran Jalan Fatmawati Dikawal Serius
Dia juga menyoroti dampak kesehatan akibat kemacetan. Kondisi tersebut menjadi dasar perubahan kebijakan transportasi di Jakarta, dari berorientasi pada kendaraan pribadi menuju transportasi berbasis angkutan massal.
"Karena itu, kami mendorong peralihan dari car-oriented development menuju transit-oriented development," kata Syafrin.
Di sisi lain, Pemprov Jakarta kini terus memperkuat integrasi transportasi massal seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta guna mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi serta menekan kemacetan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








