Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Minta Pemerintah Turun Tangan Stabilkan Harga

AKURAT.CO Pedagang daging sapi di Jabodetabek menggelar aksi mogok sebagai bentuk protes atas janji pemerintah yang belum mampu menurunkan harga daging sapi.
Aksi mogok berjualan pedagang daging sapi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (22-24/1/2026).
Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) Provinsi Jakarta, Wahyu, mengatakan harga daging sapi terus merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu berdampak langsung pada penurunan transaksi jual beli di pasar tradisional selama dua pekan terakhir.
"Harga sapi timbang hidup terlalu tinggi. Harga di rumah potong hewan juga ikut naik. Akibatnya, kami dirugikan karena daya beli masyarakat menurun," katanya, saat dihubungi wartawan.
Wahyu menjelaskan, aksi mogok jualan dilakukan serentak oleh pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional Jabodetabek.
Baca Juga: Masuk Ramadan Harga Daging Sapi Makin Mahal
Pedagang mendesak pemerintah segera menurunkan harga daging sapi yang bersumber dari feedloter dan rumah potong hewan.
Menurutnya, langkah mogok jualan diambil untuk menjaga keberlangsungan usaha pedagang daging sapi sekaligus menciptakan iklim perdagangan yang lebih kondusif.
"Kami memandang perlu melakukan tindakan ini untuk menjaga eksistensi pedagang," ujar Wahyu.
Berdasarkan hasil penelusuran di pasar tradisional, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan harga normal yang berkisar Rp130 ribu per kilogram.
APDI berharap pemerintah pusat segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut.
Para pedagang daging sapi meminta Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional mengambil langkah konkret guna menstabilkan harga daging sapi di pasaran.
Baca Juga: Fluktuasi Harga Pangan Masih Terjadi, Harga Daging Sapi Turun Tipis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








