Akurat Logo

BPS: Tiga Subsektor Topang Pertumbuhan Manufaktur Indonesia

Andi Syafriadi | 5 November 2026, 15:52 WIB
BPS: Tiga Subsektor Topang Pertumbuhan Manufaktur Indonesia
Kantor BPS. - Dok. BPS

AKURAT.CO Industri pengolahan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026.

Kinerja sektor manufaktur tercatat tumbuh 5,87% secara tahunan atau year-on-year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar 1,20 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Angka tersebut menjadi sumbangan terbesar dibandingkan lapangan usaha lainnya.

Baca Juga: BPS: Ekspor RI Tumbuh 5,58 Persen, China Bersama AS dan India Jadi Tujuan Utama

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud mengatakan, pertumbuhan manufaktur didukung oleh permintaan dari pasar domestik maupun luar negeri.

"Jadi, dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47 persen, sebanyak 1,20 poin persentase berasal dari industri pengolahan," kata Edy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Kinerja industri pengolahan ditopang sejumlah subsektor dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Industri makanan dan minuman, misalnya, tumbuh 7,09% pada triwulan III 2026.

Baca Juga: BPS: Impor RI Melonjak 19,67 Persen, Bahan Baku Jadi Pembelian Terbesar

BPS mengaitkan pertumbuhan subsektor tersebut dengan peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan produk turunan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Pemanfaatan produk sawit di dalam negeri untuk produksi biodiesel juga turut mendukung aktivitas industri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.