Tak Cuma Tahan BI Rate, Ini Jurus BI Jaga Stabilitas Rupiah

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menegaskan fokus kebijakan moneternya masih diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Selain mempertahankan BI Rate di level 5,75%, bank sentral juga memperkuat intervensi pasar valuta asing hingga memberikan berbagai insentif bagi investor asing agar arus modal tetap masuk ke Indonesia.
Pelaksana Tugas Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan, keseluruhan bauran kebijakan moneter sejak 2020 hingga 2026 tetap mengedepankan pendekatan pro-stability.
Baca Juga: DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
"Kebijakan moneter pada periode 2020-2026 diarahkan untuk memperkuat stabilitas melalui penyesuaian suku bunga, optimalisasi intervensi di pasar valuta asing, pemberian insentif bagi aliran masuk investasi portofolio asing, serta penguatan prinsip kehati-hatian dalam transaksi valas," kata Destry dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, BI telah menaikkan BI Rate secara bertahap sepanjang 2026. Kenaikan dimulai sebesar 50 basis poin pada Mei menjadi 5,25%, kemudian naik lagi menjadi 5,5% pada Juni dan kembali meningkat menjadi 5,75%.
Pada rapat kebijakan terakhir, BI memutuskan mempertahankan suku bunga tersebut.
"Pada pertemuan terakhir, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate sebesar 5,75 persen serta memperluas berbagai kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya.
Tak hanya mengandalkan suku bunga, BI juga terus melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui berbagai instrumen. Langkah tersebut dilakukan baik melalui transaksi Non Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.
Selain itu, strategi operasi moneter diperkuat dengan pengelolaan struktur suku bunga pasar uang agar transmisi kebijakan moneter berjalan lebih efektif.
Untuk menarik minat investor asing, BI juga meningkatkan berbagai insentif lindung nilai (hedging). Salah satunya dengan menaikkan insentif swap jual lindung nilai dari 10% menjadi 12,5% serta memperluas insentif transaksi DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward)
Di sisi lain, BI juga mendorong penggunaan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) bersama negara mitra guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Destry mengatakan pendalaman pasar keuangan juga terus dilakukan, termasuk memperluas transaksi offshore Renminbi terhadap rupiah dan memperbanyak partisipasi perbankan dalam transaksi pasar valas.
"Pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing terus diperkuat agar pasar keuangan domestik semakin maju, efisien, serta mampu meningkatkan daya tarik investasi asing," katanya.
Baca Juga: Bank Indonesia Naikkan BI-Rate ke 5,50 Persen
Dalam menjaga stabilitas rupiah, BI juga memperketat prinsip kehati-hatian transaksi valas. Salah satunya melalui penurunan batas pembelian valuta asing tunai tanpa underlying hingga penyesuaian batas dokumen pendukung transfer dana ke luar negeri.
Menurut BI, kombinasi kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter di tengah dinamika ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









