BI Pastikan Inflasi 2026 Terkendali, Sinergi TPID Jadi Kunci Utama

AKURAT.CO Bank Indonesia memastikan laju inflasi nasional akan tetap terkendali dalam rentang target 1,5–3,5% pada 2026.
Target ini dijaga melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan bank sentral dalam kerangka pengendalian inflasi.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut salah satu langkah kunci adalah penguatan koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), termasuk penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Seluruh kantor perwakilan kami yang berjumlah 46 di seluruh Indonesia ikut aktif melakukan pemantauan harga dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Ini penting untuk menjaga inflasi pangan,” ujar Perry dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (3/7/2025).
Baca Juga: Inflasi Stabil di Juni 2025, BI Optimistis Ekonomi Makin Tangguh Hadapi Global Shock
Menurut Perry, inflasi yang terkendali bukan hanya penting untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi stabilitas makroekonomi, terutama di tengah risiko global yang masih tinggi.
Sejak awal 2025, BI juga telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari koordinasi distribusi bahan pangan, optimalisasi pasokan di daerah rawan, hingga kerja sama lintas sektor untuk memperkuat rantai pasok.
Inflasi yang rendah dan stabil akan memperkuat daya beli masyarakat, menopang konsumsi rumah tangga, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam proyeksi BI, pertumbuhan ekonomi 2026 ditopang oleh berbagai faktor seperti investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat.
Baca Juga: BI Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas di Tengah Dinamika Modal Asing
Lebih jauh, Perry menyebut inflasi yang terjaga juga akan menambah daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi, termasuk investasi portofolio dan penanaman modal asing langsung.
Dengan koordinasi lintas sektor dan pelibatan aktif pemerintah daerah, Bank Indonesia berharap seluruh instrumen pengendalian inflasi dapat bekerja optimal untuk menjaga stabilitas harga hingga 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








