BoJ Kirim Sinyal Dovish di Tengah Ketidakstabilan Pasar Keuangan

AKURAT.CO Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ), Shinichi Uchida, memberikan sinyal dovish yang kuat di tengah volatilitas pasar keuangan yang ekstrem di Jepang, dengan berjanji untuk menahan diri dari menaikkan suku bunga saat pasar tidak stabil.
Setelah komentarnya, yen melemah lebih dari 2% terhadap dolar dan saham-saham segera mengalami rebound. Ini adalah komentar publik pertama dari anggota dewan BoJ sejak bank tersebut menaikkan suku bunga pada 31 Juli.
"Saya percaya bahwa bank perlu mempertahankan pelonggaran moneter dengan tingkat suku bunga kebijakan saat ini untuk sementara waktu, mengingat ketidakstabilan yang signifikan di pasar keuangan dan modal baik domestik maupun internasional," kata Uchida melalui lansiran Bloomberg, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga: Yen Jepang Anjlok Usai Suku Bunga Dinaikkan, BoJ Salah Ambil Keputusan?
Uchida berbicara setelah terjadi fluktuasi besar pada harga saham, dengan indeks-indeks utama mengalami penurunan tajam yang diikuti oleh kenaikan signifikan selama dua hari sebelumnya.
Deputi gubernur menyarankan bahwa bank akan mempertimbangkan kondisi pasar keuangan dengan hati-hati dalam pengambilan keputusan mengenai kebijakan suku bunga di masa depan.
"Berbeda dengan proses kenaikan suku bunga di Eropa dan Amerika Serikat, ekonomi Jepang tidak berada dalam situasi di mana bank perlu segera menaikkan suku bunga untuk mengejar ketertinggalan," ujar Uchida. "Oleh karena itu, bank tidak akan menaikkan suku bunga kebijakan ketika pasar keuangan dan pasar modal tidak stabil."
Uchida, seorang arsitek kebijakan berpengalaman yang sangat terlibat dalam merancang program pelonggaran moneter besar-besaran BoJ selama lebih dari satu dekade, dikenal luas karena perannya yang penting dalam membantu Gubernur Kazuo Ueda menuju normalisasi kebijakan.
BoJ mengakhiri kebijakan ultra-longgar pada Maret dengan kenaikan suku bunga pertama dalam 17 tahun terakhir.
Uchida mencatat pada Rabu bahwa pihak berwenang perlu memantau dampak potensial pada harga dan ekonomi secara keseluruhan akibat pergerakan pasar, dan jalur suku bunga Jepang dapat berubah bergantung pada dampak tersebut. Rebound yen baru-baru ini telah mengurangi risiko kenaikan inflasi, tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









