RI Surplus Perdagangan dengan China, Ini 3 Komoditas Yang Jadi Primadona

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan durian menjadi komoditas paling besar yang diekspor ke China.
Asal tahu, Indonesia masih surplus perdagangan non migas dengan China pada Maret 2024 lalu, dengan ekspor mencapai USD4,75 miliar dan impor USD4,57 miliar.
Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe, menyatakan bahwa komoditas ekspor terbesar ke China tetap didominasi oleh Crude Palm Oil (CPO), diikuti oleh batu bara sebagai komoditas mineral utama.
Baca Juga: Indonesia Mampu Tekan Dominasi Perdagangan China Sampai 46,08 Persen
Selain itu, Juan menegaskan bahwa meskipun pergeseran tren ekspor global terjadi, CPO dan batu bara tetap mempertahankan posisi unggul sebagai komoditas utama yang diekspor ke pasar China.
"Komoditas ekspor paling besar ke China, pertama adalah masih CPO kemudian komoditas yang kedua di mineral yaitu batu bara," katanya di Jakarta, dikutip Jumat (3/5/2024).
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa durian juga menjadi perhatian dari sisi komoditas makanan dan hortikultura.
Dia menyampaikan bahwa China berencana untuk berinvestasi di beberapa sektor terkait dengan hilirisasi industri, serta melakukan investasi pada pertanian padi dengan teknologi.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sendiri menurutnya optimistis bahwa ekspor ke China akan meningkat pada tahun 2024.
"Dua Negara Taman Kembar (TCTP), dengan China tetap menjadi mitra dagang utama bagi Indonesia, menyumbang hampir seperempat total ekspor negara ini," sambungnya.
Menurut data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor ke China tahun lalu mencapai USD60 miliar, dan Kemendag memperkirakan angka tersebut akan naik menjadi USD65 miliar hingga USD70 miliar pada tahun 2024.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga memperkirakan volume perdagangan dunia akan meningkat, memperkuat optimisme Kemendag terhadap peningkatan pengiriman barang ke China.
China tetap menjadi mitra dagang utama Indonesia, meskipun nilai ekspornya turun sekitar 2% dari tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








