Fitch Afirmasi Peringkat Bank DBS Indonesia di AAA dengan Outlook Stabil

AKURAT.CO Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Bank DBS Indonesia (DBSI) di 'AAA(idn)' dan Peringkat Nasional Jangka Pendek di 'F1+(idn)'. Outlook dari Peringkat Nasional Jangka Panjang adalah Stabil.
Peringkat Nasional 'AAA' menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Fitch dalam skala Peringkat Nasional untuk negara tersebut.
Peringkat ini diberikan kepada emiten atau obligasi dengan ekspektasi paling rendah terhadap risiko gagal bayar dibandingkan dengan semua emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama.
Baca Juga: Saham BBCA Tertekan Isu MSCI, Peluang Akuisisi DBS Group Mulai Jadi Perbincangan
Peringkat Nasional Jangka Pendek ‘F1’ menunjukkan kapasitas terkuat untuk pembayaran tepat waktu atas komitmen keuangan relatif terhadap emiten atau obligasi lain di negara yang sama.
"Berdasarkan skala Peringkat Nasional dari Fitch, peringkat ini ditetapkan terhadap risiko gagal bayar terendah dibandingkan dengan yang lain di negara atau serikat moneter yang sama. Untuk profil likuiditas yang tergolong kuat, '+' ditambahkan ke peringkat yang ditetapkan," tulis Fitch dalam laman resmi, dikutip Sabtu (7/11/2026).
Faktor Pendorong Peringkat
Pertama, peringkat didasari oleh dukungan. Peringkat DBSI mencerminkan pandangan Fitch atas tingginya kemungkinan dukungan luar biasa dari induknya yang memiliki 99% saham, DBS Bank Ltd. (DBS, AA-/Stabil/aa-), saat diperlukan.
Peringkat tersebut mempertimbangkan tingginya risiko reputasi bagi DBS jika DBSI gagal bayar, ukuran DBSI yang kecil relatif terhadap DBS, serta integrasi manajerial dan operasional yang erat antara DBSI dan grup.
Kedua, berbasis pada VR Induk. Peringkat DBSI didasarkan pada Viability Rating DBS, karena Fitch menilai bahwa bahwa dukungan potensial, jika diperlukan, paling mungkin berasal dari sumber daya keuangan internal induk.
Ketiga, kemampuan dukungan yang kuat. Fitch menilai DBS memiliki kemampuan yang kuat untuk mendukung DBSI, mempertimbangkan peringkat kredit DBS yang tinggi dan ukuran anak usaha yang relatif kecil. Total aset dan ekuitas DBSI masing-masing hanya mencakup 1,2% dari aset konsolidasi grup dan 1,7% dari ekuitas per akhir Juni 2026.
Artinya, dukungan yang diperlukan akan bersifat tidak material bagi DBS. Namun, kemampuan DBSI untuk memanfaatkan dukungan dari induk dapat dibatasi oleh risiko transfer dan konvertibilitas, sebagaimana tercermin dalam Country Ceiling Indonesia yang ‘BBB’.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









