Investor Pasar Modal Bertambah 1,38 Juta pada Oktober 2026 di Tengah Pelemahan IHSG 16,7 Persen

AKURAT.CO Jumlah investor pasar modal Indonesia justru bertambah di tengah tekanan hebat yang melanda pasar saham.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026, atau meningkat 1,38 juta dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,7%.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap pasar modal masih berlanjut.
Baca Juga: Mirae: IHSG Terancam Anjlok 20 Persen hingga Juni 2027, Ini Alasannya
Kondisi ini didukung oleh berbagai inisiatif pendalaman pasar serta penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.
"Dari sisi permintaan, jumlah investor di pasar modal melanjutkan tren peningkatan sejalan dengan inisiatif pendalaman pasar dan juga penguatan ekosistem digital di industri pasar modal," kata Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2026 secara daring di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Secara tahunan berjalan atau year-to-date (YTD), jumlah investor pasar modal tumbuh 64,75%. Angka tersebut meningkat dibandingkan September 2026 ketika jumlah investor tercatat sebanyak 32,17 juta setelah bertambah sekitar 1,03 juta investor dalam sebulan.
Dengan demikian, penambahan investor pada Oktober lebih tinggi sekitar 350 ribu dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi salah satu perkembangan yang menarik di tengah koreksi pasar saham domestik.
Bukan hanya dari sisi jumlah, persebaran investor pasar modal juga mulai menunjukkan perubahan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 23 Oktober 2026 memperlihatkan porsi investor yang berasal dari Pulau Jawa turun menjadi 62,16% dari sebelumnya 64,43% pada September.
Sebaliknya, kontribusi investor dari sejumlah wilayah di luar Jawa meningkat. Porsi investor dari Sumatera naik menjadi 20,94% dari 19,61%. Sementara itu, Kalimantan meningkat menjadi 5,95% dari sebelumnya 5,57%.
Perkembangan tersebut memperlihatkan basis investor pasar modal semakin tersebar ke berbagai daerah. Meski demikian, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi investor terbesar secara nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









