Riset: Sandwich Generation Makin Rajin Menabung, tapi Dana Pensiun Tetap Terancam

AKURAT.CO Menjadi bagian dari sandwich generation berarti harus mengelola kebutuhan finansial dari beberapa generasi sekaligus. Di satu sisi, ada kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi. Di sisi lain, ada biaya hidup orang tua, kebutuhan anak, hingga pengeluaran keluarga lain yang tidak selalu bisa ditunda.
Situasi tersebut membuat sebagian orang semakin sadar pentingnya mengelola uang. Mereka mulai menambah tabungan dan berinvestasi secara rutin. Namun, kebiasaan itu belum tentu menjamin kesiapan finansial pada masa tua. Ketika kebutuhan keluarga meningkat, persiapan dana pensiun justru berisiko dikurangi atau dihentikan sementara.
Temuan dalam Sandwich Generation Special Report 2026 yang dirilis Sun Life memperlihatkan kondisi tersebut. Sebanyak 67% responden dari kelompok sandwich generation mengaku meningkatkan tabungan dalam setahun terakhir. Sebanyak 52% juga menyatakan berinvestasi secara rutin.
Meski demikian, 28% responden mengaku pernah mengurangi atau menghentikan sementara kontribusi untuk dana pensiun karena tanggung jawab merawat anggota keluarga. Sementara itu, 29% menyebut kewajiban keluarga menjadi hambatan untuk memiliki kendali lebih besar atas kondisi keuangan mereka.
Angka-angka tersebut memperlihatkan paradoks yang dihadapi sandwich generation. Kesadaran untuk menabung dan berinvestasi memang meningkat, tetapi kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi sekarang dapat menggeser prioritas keuangan jangka panjang.
Sandwich Generation Makin Rajin Menabung dan Berinvestasi
Laporan Sun Life tersebut merupakan sintesis dari tiga penelitian, yakni Financial Resilience Index 2026, Women's Wealth 2026, dan Retirement Reimagined 2025. Ketiga penelitian itu melibatkan total 12.000 responden.
Secara khusus, laporan tersebut menganalisis 2.671 responden dari kelompok sandwich generation di enam pasar Asia, termasuk Indonesia. Temuannya memberikan gambaran mengenai cara kelompok ini menghadapi tekanan finansial sekaligus mempersiapkan masa depan.
Kebiasaan meningkatkan tabungan yang dilakukan 67% responden menjadi indikasi bahwa kelompok ini mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap ketahanan finansial. Menabung dapat membantu mereka menghadapi pengeluaran tidak terduga, menjaga arus kas, dan mengurangi ketergantungan pada pinjaman ketika kebutuhan mendesak muncul.
Sementara itu, 52% responden yang berinvestasi secara rutin menunjukkan adanya kesadaran untuk mengembangkan aset. Investasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang, selama disesuaikan dengan profil risiko, jangka waktu, dan kemampuan finansial masing-masing.
Baca Juga: Sengketa Polis Asuransi Berakhir di PN Jaksel, AIA Financial Wajib Bayar Rp15,3 Miliar
Namun, peningkatan tabungan dan investasi tidak otomatis berarti seluruh kebutuhan keuangan telah terpenuhi. Seseorang bisa saja memiliki tabungan yang terus bertambah, tetapi belum mempunyai dana darurat yang memadai atau belum menyisihkan dana secara konsisten untuk masa pensiun.
Perbedaan tujuan tersebut penting dipahami. Tabungan untuk kebutuhan jangka pendek, dana darurat, investasi untuk tujuan tertentu, dan dana pensiun memiliki fungsi yang tidak selalu dapat saling menggantikan. Menggunakan seluruh tabungan untuk menopang kebutuhan keluarga hari ini, misalnya, dapat membuat seseorang kehilangan cadangan untuk menghadapi risiko pada masa depan.
Dana Pensiun Terancam Ketika Kebutuhan Keluarga Meningkat
Salah satu temuan yang patut mendapat perhatian adalah 28% responden sandwich generation mengaku mengurangi atau menghentikan sementara kontribusi dana pensiun karena tanggung jawab pengasuhan dan perawatan keluarga.
Temuan ini tidak berarti seluruh responden tersebut telah kehilangan dana pensiun atau menarik seluruh aset yang dimiliki. Persoalannya terletak pada kontribusi yang dikurangi atau dihentikan sementara. Meski terlihat sebagai keputusan jangka pendek, perubahan tersebut dapat memengaruhi kesiapan finansial ketika mereka tidak lagi produktif bekerja.
Kontribusi pensiun yang terhenti berarti berkurangnya dana yang seharusnya disisihkan untuk kebutuhan masa tua. Jika kondisi tersebut berlangsung lama, seseorang berpotensi kehilangan kesempatan mengembangkan dana melalui investasi dalam jangka panjang.
Dampaknya juga berkaitan dengan waktu. Persiapan pensiun umumnya membutuhkan proses bertahun-tahun. Semakin lama seseorang menunda kontribusi, semakin besar upaya yang mungkin diperlukan untuk mengejar target dana yang sama.
Kondisi ini menjadi semakin rumit ketika sandwich generation harus membiayai beberapa kebutuhan sekaligus. Pengeluaran untuk kesehatan orang tua, pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, dan cicilan dapat mengambil porsi besar dari pendapatan bulanan.
Dalam situasi seperti itu, kontribusi pensiun sering kali dianggap sebagai pengeluaran yang masih bisa ditunda. Berbeda dengan biaya sekolah atau kebutuhan kesehatan yang harus dibayar segera, manfaat dana pensiun baru dirasakan dalam jangka panjang. Akibatnya, kebutuhan yang mendesak lebih mudah memenangkan prioritas anggaran.
Mengapa Rajin Menabung Belum Menjamin Kesiapan Pensiun?
Menabung merupakan kebiasaan penting, tetapi kesiapan pensiun membutuhkan perencanaan yang lebih spesifik. Dana yang disimpan harus memiliki tujuan jelas, termasuk kapan akan digunakan dan berapa besar kebutuhan yang hendak dipenuhi.
Misalnya, seseorang yang menabung untuk biaya pendidikan anak mungkin memiliki saldo tabungan cukup besar. Namun, dana tersebut belum tentu dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup setelah pensiun karena sebagian besar sudah dialokasikan untuk tujuan lain.
Begitu pula dengan investasi. Memiliki portofolio investasi tidak otomatis membuat seseorang siap pensiun apabila nilai aset, jangka waktu, dan tingkat risikonya tidak sesuai dengan kebutuhan masa tua.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membedakan tujuan keuangan tersebut.
Pertama, dana darurat berfungsi sebagai perlindungan ketika terjadi situasi yang tidak direncanakan, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan medis mendadak, atau penurunan pendapatan. Dana ini sebaiknya mudah dicairkan dan tidak ditempatkan seluruhnya pada instrumen berisiko tinggi.
Kedua, investasi dapat digunakan untuk mengembangkan aset dan mencapai berbagai tujuan keuangan. Pemilihan instrumennya perlu mempertimbangkan jangka waktu penggunaan dana, kemampuan menanggung risiko, serta kebutuhan likuiditas.
Ketiga, dana pensiun ditujukan untuk menopang kehidupan ketika pendapatan dari pekerjaan aktif berkurang atau berhenti. Karena itu, kontribusinya perlu diperlakukan sebagai bagian dari kebutuhan keuangan jangka panjang, bukan sekadar sisa uang setelah seluruh pengeluaran keluarga terpenuhi.
Bagi sandwich generation, tantangannya adalah menjaga ketiga kebutuhan tersebut tetap berjalan di tengah keterbatasan pendapatan. Tidak semua orang dapat langsung meningkatkan jumlah tabungan atau investasi. Namun, memahami perbedaan tujuan keuangan dapat membantu menentukan prioritas dan mencegah seluruh rencana masa depan dikorbankan demi kebutuhan hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia






