Akurat Logo

OJK Luncurkan PELITA Syariah, Masjid Jadi Saluran Edukasi

Esha Tri Wahyuni | 2 November 2026, 09:50 WIB
OJK Luncurkan PELITA Syariah, Masjid Jadi Saluran Edukasi
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi saat membuka Peluncuran Pelita Syariah 2026 - dok. OJK

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menghadapi pekerjaan rumah dalam meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah di Indonesia.

Pasalnya, tingkat pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah belum sejalan dengan penggunaannya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,07%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,24%.

Artinya, terdapat kesenjangan sebesar 29,83 poin persentase antara tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah. Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya ruang untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah di tengah masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, OJK meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah). Melalui buku ini, OJK berupaya memperluas edukasi keuangan syariah dengan memanfaatkan jaringan pendakwah, khatib, penyuluh agama, hingga tokoh masyarakat.

Baca Juga: Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pendekatan melalui kegiatan dakwah diharapkan dapat membuat edukasi keuangan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan produk jasa keuangan penting untuk melindungi masyarakat dari berbagai praktik keuangan ilegal.

"Pada intinya, ini untuk menjaga masyarakat kita dari ketidaktahuan yang kemudian dapat membahayakan masyarakat, seperti terkena berbagai macam scam, penipuan, maupun produk-produk ilegal seperti pinjol ilegal dan lain-lain," kata Friderica dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dirinya menegaskan, peningkatan literasi harus berjalan beriringan dengan perluasan akses keuangan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya memahami produk dan layanan keuangan syariah, tetapi juga dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Literasi Keuangan RI Tembus 93 Persen, OJK Perkuat Edukasi ke Pelajar

"Pertama tentu saja memperkuat literasi keuangan syariah masyarakat. Ini sangat penting karena jangan sampai orang melakukan inklusi tanpa literasi itu sendiri. Itu bisa bahaya. Yang kedua, tentu bagaimana membukakan akses. Jadi, ini penting," ujarnya.

Peluncuran PELITA Syariah dilakukan dalam puncak kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Makassar 2026 di Trans Studio Mall Makassar, Minggu (1/11/2026).

Senada dengan Friderica, Menteri Agama, Nasaruddin Umar dalam sambutannya secara daring menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, PELITA Syariah dapat menjadi panduan bagi para penggerak dakwah untuk menyampaikan edukasi keuangan syariah secara lebih terstruktur dan aplikatif.

"Buku PELITA Syariah hadir sebagai panduan yang sistematis dan aplikatif untuk membantu para penggerak dakwah menyapa masyarakat secara profesional dan berdampak. Semoga kehadiran buku ini membawa manfaat yang luas, memperkuat kualitas literasi ekonomi syariah, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan, dan berkah tentunya," ujar Nasaruddin.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.