Akurat Logo

Industri Hulu Migas Bergairah, Tugu Insurance Soroti Kebutuhan Asuransi Energi yang Ikut Meningkat

Idham Nur Indrajaya | 31 Oktober 2026, 08:13 WIB
Industri Hulu Migas Bergairah, Tugu Insurance Soroti Kebutuhan Asuransi Energi yang Ikut Meningkat
Premi asuransi energi offshore Tugu Insurance tumbuh 75% pada 2026, jauh melampaui industri yang hanya naik 2,9%. - dok. Tugu Insurance

AKURAT.CO Aktivitas sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) tidak hanya membuka peluang bagi perusahaan energi, tetapi juga meningkatkan kebutuhan perlindungan terhadap aset dan kegiatan operasional. Investasi bernilai besar, kompleksitas proyek, hingga risiko keselamatan kerja dan lingkungan membuat asuransi energi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis migas.

Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring berkembangnya berbagai proyek strategis di sektor energi, termasuk kegiatan eksplorasi dan produksi yang berlangsung di wilayah lepas pantai atau offshore. Pada kegiatan semacam ini, perusahaan menghadapi risiko yang tidak sederhana karena operasional melibatkan aset bernilai tinggi, peralatan khusus, serta lingkungan kerja dengan tantangan tersendiri.

Kondisi tersebut turut membuka peluang bagi industri asuransi umum, terutama perusahaan yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam mengelola risiko energi. Salah satunya adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan premi bruto pada lini asuransi energi offshore sebesar 75% hingga Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan premi asuransi energi offshore secara industri yang tercatat sebesar 2,9% secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan premi asuransi energi offshore industri mencapai Rp932 miliar pada semester I-2026. Perkembangan ini memperlihatkan adanya aktivitas bisnis pada lini perlindungan energi lepas pantai, meskipun pertumbuhan masing-masing perusahaan dapat berbeda sesuai portofolio dan eksposur risikonya.

Baca Juga: Tugu Insurance Raih 2 Penghargaan, Kinerja 3 Tahun Jadi Sorotan

Baca Juga: Transparansi dan Manajemen Risiko Jadi Modal Tugu Insurance Hadapi Tantangan Industri Asuransi

Aktivitas Hulu Migas Meningkat, Risiko Operasional Makin Kompleks

Sektor hulu migas memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah sektor usaha lainnya. Kegiatan eksplorasi, pengeboran, pengembangan lapangan, hingga produksi membutuhkan investasi besar dan melibatkan teknologi serta peralatan dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dalam operasional offshore, misalnya, kegiatan perusahaan dapat melibatkan anjungan pengeboran, fasilitas produksi lepas pantai, kapal pendukung, jaringan pipa bawah laut, serta berbagai peralatan khusus. Kerusakan pada salah satu komponen tersebut berpotensi mengganggu kegiatan produksi dan menimbulkan kerugian finansial.

Selain risiko kerusakan aset, perusahaan migas juga harus memperhitungkan risiko kecelakaan kerja dan dampak lingkungan. Kegiatan di laut memiliki tantangan tambahan, seperti kondisi cuaca, gelombang, serta keterbatasan akses untuk melakukan perbaikan atau penanganan keadaan darurat.

Corporate Secretary Tugu Insurance, Dudi Subekti, mengatakan karakteristik industri hulu migas membuat kebutuhan perlindungan asuransi menjadi bagian penting dalam pengelolaan risiko perusahaan.

“Sektor hulu migas memiliki karakteristik investasi bernilai besar dengan proses operasional yang kompleks serta risiko keselamatan dan lingkungan yang tinggi. Oleh karena itu, perlindungan asuransi menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko industri tersebut, mulai dari potensi kecelakaan kerja, kerusakan peralatan, hingga risiko dampak lingkungan,” ujar Dudi melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Jumat, 30 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa asuransi energi tidak hanya berkaitan dengan penggantian kerugian ketika terjadi insiden. Perlindungan juga menjadi bagian dari perencanaan risiko agar perusahaan dapat memperhitungkan potensi gangguan operasional dan dampak finansial yang mungkin muncul selama proyek berlangsung.

Sebagai gambaran, sebuah perusahaan yang mengoperasikan fasilitas produksi lepas pantai dapat menghadapi kerusakan peralatan akibat insiden teknis. Jika kerusakan tersebut mengharuskan penghentian sementara kegiatan, perusahaan berpotensi menghadapi biaya perbaikan sekaligus kehilangan pendapatan akibat produksi yang terganggu.

Dalam situasi hipotetis seperti itu, perlindungan asuransi yang sesuai dengan karakteristik aset dan kegiatan operasional dapat membantu perusahaan mengelola sebagian risiko finansial. Namun, cakupan perlindungan tetap bergantung pada ketentuan polis, jenis risiko yang dijamin, serta pengecualian yang disepakati.

Asuransi Energi Offshore Menjadi Peluang bagi Industri

Kebutuhan perlindungan di sektor energi memberikan ruang bagi perusahaan asuransi untuk mengembangkan portofolio bisnis. Terlebih, risiko pada industri migas membutuhkan pemahaman teknis dan kemampuan pengelolaan risiko yang tidak selalu dimiliki oleh seluruh perusahaan asuransi.

Lini asuransi energi offshore memiliki karakteristik khusus karena objek pertanggungannya dapat berupa aset dan kegiatan operasional di wilayah perairan. Perusahaan asuransi perlu memperhitungkan nilai aset, lokasi kegiatan, kondisi operasional, potensi bahaya, hingga kemampuan pengelolaan risiko dari pihak tertanggung.

Pertumbuhan premi industri sebesar 2,9% menjadi salah satu gambaran perkembangan lini bisnis tersebut pada semester I-2026. Sementara itu, pertumbuhan premi bruto offshore Tugu Insurance sebesar 75% menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi pada portofolio perusahaan dalam periode yang sama.

Meski demikian, kedua angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Pertumbuhan premi Tugu Insurance tidak serta-merta menggambarkan pangsa pasar perusahaan ataupun besaran kontribusinya terhadap total premi industri. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan pada lini bisnis offshore milik perusahaan, sedangkan data AAUI menggambarkan perkembangan premi industri secara keseluruhan.

Bagi perusahaan asuransi, peluang dari sektor energi juga perlu diimbangi dengan kemampuan melakukan seleksi risiko atau underwriting. Nilai pertanggungan yang besar dapat memberikan potensi pendapatan premi, tetapi juga menuntut perhitungan risiko yang cermat agar perusahaan mampu menjaga kualitas portofolio.

Pengelolaan risiko tersebut dapat melibatkan penilaian terhadap kondisi aset, rekam jejak operasional, standar keselamatan, serta potensi kerugian yang mungkin timbul. Perusahaan asuransi juga perlu memperhatikan kapasitas penanggungan risiko dan dukungan reasuransi, terutama ketika nilai aset atau potensi klaim berada pada skala besar.

Pengalaman Tugu Insurance dalam Mengelola Risiko Sektor Energi

Tugu Insurance melihat pengalaman di sektor energi sebagai salah satu modal untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan perlindungan industri migas. Sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero), perusahaan memiliki pengalaman menangani berbagai risiko di sektor minyak dan gas bumi, termasuk lini marine hull dan aviation.

Pengalaman tersebut menjadi relevan karena perlindungan terhadap kegiatan energi tidak selalu terbatas pada aset utama di lokasi produksi. Aktivitas pendukung seperti transportasi laut, pengangkutan, hingga operasional penerbangan juga memiliki eksposur risiko yang perlu dikelola.

Dudi mengatakan perusahaan memiliki rekam jejak dalam lini bisnis energi serta mengembangkan fokus pada pengelolaan risiko komersial, kebakaran, dan industri energi.

“Kami memiliki rekam jejak yang kuat di lini bisnis ini, serta fokus pada pengelolaan risiko komersial, kebakaran, dan industri energi. Hal tersebut menjadi keunggulan kami dalam mendukung kebutuhan proteksi sektor energi nasional,” ujar Dudi.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung perusahaan dalam memahami kebutuhan perlindungan di sektor energi. Namun, kemampuan perusahaan untuk menangkap peluang bisnis tetap perlu ditopang oleh pengelolaan risiko yang disiplin, kualitas underwriting, dan kesesuaian produk dengan kebutuhan setiap proyek.

Di tengah karakteristik risiko yang kompleks, perusahaan asuransi juga perlu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan potensi klaim. Pertumbuhan bisnis yang tinggi tidak otomatis mencerminkan peningkatan keuntungan dengan persentase yang sama, sebab hasil akhir turut dipengaruhi oleh klaim, biaya operasional, reasuransi, serta faktor lainnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.