Akurat Logo

IHSG Tanpa Saham HSC Mulai Meluncur pada 2 November 2026

Esha Tri Wahyuni | 22 Oktober 2026, 17:31 WIB
IHSG Tanpa Saham HSC Mulai Meluncur pada 2 November 2026
Gedung BEI

AKURAT.CO Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat kriteria seleksi saham dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Mulai 2 November 2026, saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi akan dikecualikan dari indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut.

Perubahan ini menjadi bagian dari penyesuaian aturan evaluasi indeks yang mencakup kriteria seleksi saham, jadwal evaluasi berkala, hingga mekanisme perubahan konstituen indeks di luar jadwal evaluasi rutin.

Baca Juga: BEI Bakal Tiru Otoritas Bursa Hong Kong, Keluarkan Saham HSC dari IHSG

Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A mengatakan, kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada awal November 2026.

“Penyesuaian ini akan berlaku efektif pada 2 November 2026,” kata Pande dalam keterbukaan informasi BEI di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Sebelum aturan baru diterapkan, seleksi konstituen IHSG mencakup seluruh saham perusahaan tercatat, kecuali saham yang berada di Papan Akselerasi. 

Melalui ketentuan terbaru, BEI memperluas pengecualian tersebut dengan memasukkan saham berkategori HSC.

Dengan demikian, saham yang masuk kategori HSC tidak lagi memenuhi kriteria untuk menjadi konstituen IHSG setelah aturan tersebut berlaku.

Meski kriteria seleksi berubah, BEI tetap menggunakan metode penghitungan indeks capped free float adjusted market capitalization weighted.

Metode ini memperhitungkan kapitalisasi pasar saham yang disesuaikan dengan porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik atau free float. Selain itu, terdapat batas maksimum bobot untuk setiap saham dalam indeks.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.