Akurat Logo

OJK Catat Penyaluran Kredit ke Masyarakat Tembus Rp53 Triliun per Agustus-Oktober 2026

Esha Tri Wahyuni | 22 Oktober 2026, 18:13 WIB
OJK Catat Penyaluran Kredit ke Masyarakat Tembus Rp53 Triliun per Agustus-Oktober 2026
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan senilai Rp53 triliun kepada sekitar 2,1 juta penerima sejak Agustus hingga Oktober 2026. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses keuangan masyarakat dan mendorong kegiatan ekonomi produktif di daerah.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, perluasan akses keuangan menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemerataan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakrta, Kamis (22/10/2026), Friderica menyampaikan bahwa program akses keuangan di daerah dijalankan melalui kolaborasi OJK, pemerintah daerah, dan pelaku usaha jasa keuangan.

Baca Juga: OJK Beri Sanksi Final Untuk Kasus Saham DSSA, BREN dan CUAN

"Ini adalah untuk mendukung Asta Cita, terutama dalam hal pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Friderica.

Menurut Friderica, program tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal agar dapat terhubung dengan ekosistem pembiayaan dan pasar yang lebih luas. Sejumlah komoditas daerah, seperti telur, beras, dan sapi, disebut telah dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

Friderica menjelaskan, penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Dorong Pembiayaan Usaha dan Sektor Prioritas

Selain penyaluran pembiayaan kepada masyarakat, OJK mencatat program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir telah menyalurkan dana sebesar Rp64,8 triliun kepada sekitar 2,3 juta debitur.

Sementara itu, program kredit dan pembiayaan sektor prioritas telah menyalurkan Rp5,4 triliun kepada lebih dari 103.000 debitur.

Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan, terutama bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan dukungan permodalan untuk menjalankan atau mengembangkan kegiatan ekonominya.

Friderica juga menyoroti pentingnya edukasi keuangan sejak dini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program Satu Rekening Satu Pelajar melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.