Akurat Logo

Kredit Macet Samir 1,95%, Lebih Rendah dari Angka Industri Pindar

Idham Nur Indrajaya | 21 Oktober 2026, 19:06 WIB
Kredit Macet Samir 1,95%, Lebih Rendah dari Angka Industri Pindar
Kredit macet Samir tercatat 1,95% per 16 Oktober 2026, lebih rendah dari angka industri Pindar 4,73%. Simak data dan konteksnya. - Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Kredit macet Samir tercatat sebesar 1,95% per 16 Oktober 2026, berdasarkan data yang disampaikan perusahaan. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat risiko kredit macet industri pinjaman daring atau pinjaman daring (Pindar) yang mencapai 4,73% pada Agustus 2026. Selisihnya sebesar 2,78 poin persentase. Meski demikian, perbandingan tersebut perlu memperhatikan perbedaan periode dan definisi indikator yang digunakan.

PT Sahabat Mikro Fintek atau Samir mencatat rasio kredit macet sebesar 1,95% di tengah penyaluran pembiayaan kepada lebih dari 2 juta peminjam di Indonesia. Secara kumulatif, perusahaan mengklaim telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp8,25 triliun.

Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat kualitas pembiayaan Samir di tengah pertumbuhan industri Pindar. Namun, rasio yang lebih rendah dari angka industri tidak serta-merta berarti seluruh pembiayaan perusahaan bebas risiko atau semua peminjam mampu membayar kewajibannya tepat waktu.

Perlu dicatat, angka 4,73% yang menjadi pembanding merupakan tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 industri Pindar pada Agustus 2026 berdasarkan data yang diberitakan dari paparan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, materi perusahaan menyebut angka 1,95% sebagai rasio kredit macet Samir per 16 Oktober 2026. Definisi dan periode pengukuran keduanya perlu dipastikan agar perbandingan benar-benar setara.

Baca Juga: Samir Umumkan Pembaruan Direksi dan Komisaris Terbaru 2026, Ini Susunan Jajarannya

Baca Juga: Pembiayaan Pindar Samir Melonjak 84 Persen, Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ini?

Selisih Rasio Kredit Macet Samir dan Industri Pindar

Jika menggunakan kedua angka tersebut sebagai perbandingan awal, rasio kredit macet Samir lebih rendah 2,78 poin persentase dari angka industri Pindar.

Perhitungannya berasal dari selisih 4,73% dikurangi 1,95%. Angka ini merupakan selisih poin persentase, bukan penurunan sebesar 2,78%.

Perbedaan tersebut bisa menjadi gambaran awal mengenai kualitas pembiayaan yang dilaporkan perusahaan dibandingkan kondisi industri. Namun, angka itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pengelolaan risiko Samir secara keseluruhan lebih baik daripada seluruh penyelenggara Pindar.

TWP90 merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat wanprestasi atau keterlambatan pembayaran dalam jangka waktu lebih dari 90 hari pada industri Pindar. OJK mencatat TWP90 industri berada di level 4,73% pada Agustus 2026, meningkat dari 4,32% pada Juli 2026.

Sementara itu, materi Samir yang menjadi dasar pemberitaan ini tidak merinci lebih lanjut definisi teknis rasio 1,95%, metode perhitungan, maupun rincian periode portofolio yang menjadi dasar pengukuran. Karena itu, angka tersebut sebaiknya disebut sebagai rasio kredit macet yang dilaporkan perusahaan, bukan langsung disamakan dengan TWP90 industri.

Perbedaan periode juga penting. Angka Samir disebut berlaku per 16 Oktober 2026, sedangkan data industri 4,73% merujuk pada Agustus 2026. Kondisi portofolio, pembayaran, dan kualitas pembiayaan dapat berubah dari waktu ke waktu.

Pembiayaan Samir Tembus Rp8,25 Triliun

Di luar rasio kredit macet, skala penyaluran pembiayaan turut memberi konteks terhadap aktivitas bisnis Samir. Perusahaan menyebut telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp8,25 triliun secara kumulatif kepada lebih dari 2 juta peminjam di berbagai wilayah Indonesia.

Jangkauan tersebut memperlihatkan peran pembiayaan digital dalam membuka alternatif pendanaan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan akses modal.

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan perusahaan berupaya menyediakan alternatif pembiayaan bagi UMKM sejalan dengan upaya memperluas akses keuangan masyarakat.

“Pindar Samir memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pembiayaan bagi UMKM. Dukungan Samir terhadap pembiayaan UMKM sejalan dengan kebijakan OJK untuk mendorong industri Pindar di Indonesia sebagai sarana untuk menghadirkan akses pembiayaan yang semakin luas dan berkualitas serta memberikan manfaat nyata dalam mendorong perekonomian masyarakat,” terang Handy melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Rabu, 21 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya akses pembiayaan yang lebih luas. Namun, perluasan akses juga perlu diikuti penilaian kelayakan calon peminjam, pemantauan kemampuan membayar, serta pengendalian risiko agar pembiayaan tidak menimbulkan beban berlebihan bagi penerima dana.

Bagi penyelenggara Pindar, pertumbuhan penyaluran tidak cukup menjadi satu-satunya ukuran kinerja. Kualitas portofolio, ketepatan pembayaran, pengelolaan risiko, dan perlindungan konsumen juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.