Rupiah Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Harga Minyak Dunia

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Rabu (21/10/2026).
Pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi ketidakpastian geopolitik global, terutama meningkatnya risiko di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi harga minyak dunia.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.990 hingga Rp 18.040 per USD pada perdagangan besok.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 17.990 hingga Rp18.040," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Global ala Bos BI
Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah justru menguat 54 poin ke level Rp17.992 per USD. Sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp18.046 per USD. Penguatan tersebut sempat mencapai 60 poin sebelum akhirnya menyusut menjelang penutupan.
Meski demikian, penguatan harian tersebut belum serta-merta menghilangkan risiko tekanan terhadap rupiah. Ibrahim memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.200 per USD sepanjang pekan ini.
Dari eksternal, perkembangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati pelaku pasar. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah target energi, bandara, dan militer di Arab Saudi pada Senin (19/10/2026).
Target yang disebut mencakup fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta sejumlah bandara. Namun, klaim serangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters, sementara pihak berwenang Arab Saudi belum segera mengonfirmasinya.
Di Yaman, serangan terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah di Provinsi Shabwa juga dilaporkan menewaskan 58 orang dan melukai lebih dari 200 orang.
Perkembangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan risiko gangguan pasokan energi. Dalam naskah analisis pasar yang disampaikan Ibrahim, harga minyak dunia disebut masih bertahan di atas USD100 per barel.
Baca Juga: Rupiah Tertekan, Dolar AS Diprediksi Bergerak di Rp18.090
Kenaikan harga minyak yang bertahan lama berpotensi menambah tekanan terhadap negara pengimpor minyak melalui peningkatan biaya impor energi. Bagi Indonesia, perkembangan ini perlu dicermati karena dapat memengaruhi kebutuhan devisa dan beban subsidi energi, bergantung pada harga minyak, volume impor, serta kebijakan pemerintah.
Meski begitu, pergerakan harga minyak tidak otomatis membuat rupiah melemah. Arah nilai tukar juga ditentukan oleh pergerakan dolar AS, aliran modal asing, kondisi neraca eksternal, dan sentimen investor terhadap aset domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 8Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa









