Akurat Logo

Tumbuh 6,51 Persen, Industri Mamin RI Masih Dibayangi Masalah Gas

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 21 Oktober 2026, 07:50 WIB
Tumbuh 6,51 Persen, Industri Mamin RI Masih Dibayangi Masalah Gas
Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Industri makanan dan minuman (mamin) tumbuh 6,51% pada triwulan II-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32% dan ekonomi nasional 5,29%.

Meski demikian, Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji mengakui kontinuitas pasokan dan harga gas industri serta bahan baku masih perlu mendapat perhatian agar sektor ini dapat tumbuh lebih tinggi.

"Ada beberapa hal yang masih memerlukan dukungan, misalnya terkait gas industri serta bahan baku yang kontinuitas pasokan dan harganya masih perlu mendapat perhatian kita bersama. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar industri, khususnya makanan dan minuman, dapat tumbuh lebih tinggi lagi," kata Sarmuji kepada wartawan seusai membuka The 25th ALLPACK Indonesia Expo 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga: KP2MI dan Kemenperin Perluas Pelatihan Calon Pekerja Migran

Sarmuji menambahkan, industri mamin sebagai penyangga industri nasional. Produk mamin Indonesia, menurutnya, juga makin diminati di pasar global dan menjadi salah satu penopang ekspor.

“Industri makanan dan minuman kita sedang sangat baik dan menjadi penyangga bagi industri nasional. Produk-produk Indonesia juga semakin diminati di luar negeri, mulai dari biskuit hingga mi instan yang banyak kita jumpai di berbagai negara," tambahnya.

Sarmuji menilai, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang melampaui ekonomi nasional menjadi kabar baik.

Pada triwulan II-2026, industri pengolahan nonmigas menyumbang Rp1.102,88 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) dan 38,98% terhadap realisasi investasi nasional. Sepanjang Januari–Agustus 2026, sektor ini berkontribusi 82,40% terhadap total ekspor nasional.

Sarmuji menambahkan, pertumbuhan industri juga makin merata. Sebanyak 14 dari 15 subsektor industri pengolahan nonmigas tumbuh positif pada triwulan II-2026. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi peningkatan permintaan produk kemasan, seiring berkembangnya industri mamin, farmasi, kosmetik, kertas, dan mesin.

Baca Juga: Wajib Halal Oktober 2026, Kemenperin Siapkan Pendampingan bagi Industri

Untuk itu, Sarmuji menilai, ALLPACK Indonesia Expo 2026 memperlihatkan perkembangan positif dalam penerapan teknologi modern dan prinsip ekonomi sirkular di sektor industri.

“Saya juga melihat beberapa peserta pameran yang sudah memproduksi barang-barang hasil daur ulang. Ini menunjukkan bahwa industri mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular," tutur Sarmuji.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.