OJK Minta Himbara Tak Kejar Besaran Kredit, Utamakan Manajemen Risiko

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap mengedepankan manajemen risiko dan tata kelola dalam menyalurkan pembiayaan untuk berbagai program prioritas pemerintah.
OJK menilai besarnya kredit atau pembiayaan yang disalurkan bukan semata-mata menjadi ukuran keberhasilan bank dalam mendukung agenda pemerintah. Kualitas pembiayaan, kejelasan sumber pembayaran hingga mitigasi risiko juga harus menjadi perhatian.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, bank perlu memastikan setiap penyaluran kredit memiliki struktur yang jelas dan didukung pemantauan yang memadai.
Baca Juga: OJK Perketat Pengawasan Finfluencer hingga Penagihan, 951 Pinjol Ilegal Dihentikan
"Besarnya kredit/pembiayaan yang disalurkan semestinya bukan dijadikan sebagai tujuan satu-satunya, namun harus pula dilengkapi dengan struktur kredit dan sumber pembayaran yang jelas, serta didukung dengan mitigasi risiko dan pemantauan yang memadai," kata Dian dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Dian mengatakan OJK pada dasarnya memandang positif peran Himbara dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Bank-bank BUMN memiliki posisi penting karena selain menjalankan fungsi intermediasi, juga diharapkan berkontribusi terhadap agenda pembangunan nasional.
Menurut Dian, peran tersebut tetap harus berjalan seiring dengan kemampuan masing-masing bank serta target untuk menjaga kinerja dan kesehatan perusahaan.
"Bank Himbara merupakan bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus ikut berperan aktif dalam pemerataan kesejahteraan," ujarnya.
Sejumlah program pemerintah saat ini memang melibatkan perbankan, khususnya bank Himbara. Program tersebut antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR), penghapustagihan kredit kepada UMKM, Program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterlibatan perbankan dalam program-program tersebut membuat bank BUMN memiliki peran strategis dalam menyalurkan pembiayaan yang berkaitan dengan agenda pemerintah.
Baca Juga: OJK Kaji Batas Atas Tarif Perusahaan Pegadaian Demi Keberlanjutan Industri
"Dukungan tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," kata Dian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








