Likuiditas Diperkuat, Dana Pemerintah di Himbara Capai Rp400 T

AKURAT.CO Pemerintah kembali menambah penempatan dana negara di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai langkah menjaga likuiditas perbankan dan mendukung aktivitas pembiayaan di tengah perlambatan ekonomi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara hingga akhir tahun ditargetkan mencapai Rp400 triliun.
Sebelumnya, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang tersimpan di Bank Indonesia tercatat sebesar Rp590 triliun.
Baca Juga: Pengawasan MBG Diperketat, Menkeu Purbaya: Nanti Orang-orang Saya Bakal Awasi SPPG
Diketahui pada tahun 2025, pemerintah telah menempatkan sekitar Rp300 triliun di Himbara. Namun, sebagian dana tersebut telah ditarik kembali dalam beberapa bulan terakhir sehingga tersisa sekitar Rp170 triliun.
Pemerintah kemudian menambah penempatan dana menjadi Rp200 triliun, sebelum kembali memutuskan penambahan masing-masing Rp100 triliun dalam dua tahap hingga akhir tahun.
Dengan demikian, total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara mencapai Rp400 triliun.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah menerima masukan dari sejumlah bank pelat merah mengenai kondisi likuiditas yang semakin ketat.
"Saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah," ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Purbaya: Anggaran MBG Akan Dihemat Lagi, Nilainya Signifikan
Ia menegaskan, langkah tersebut bertujuan memastikan likuiditas perbankan tetap memadai sehingga fungsi intermediasi perbankan dapat berjalan optimal.
Selain memperkuat likuiditas, pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Menurut Purbaya, tersedianya likuiditas akan mendukung penyaluran kredit kepada dunia usaha sehingga aktivitas ekonomi tetap terjaga.
Pemerintah juga menilai prospek ekonomi yang membaik dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap Indonesia. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan berdampak positif terhadap arus investasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Purbaya mengatakan keputusan penambahan penempatan dana tersebut telah dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum ditetapkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH







