Pergantian Menkeu Bukan Jaminan Pasar Saham Tenang, Ini yang Sebenarnya Ditunggu Investor

AKURAT.CO Pergantian Menteri Keuangan bisa menjadi kabar positif bagi pasar, tetapi belum tentu cukup untuk membuat investor benar-benar tenang. IHSG justru masih menunjukkan sensitivitas terhadap arah kebijakan fiskal setelah perubahan posisi tersebut. Bagi investor, pergantian figur hanya memberikan sinyal awal. Yang lebih penting adalah bukti bahwa kebijakan fiskal tetap kredibel, konsisten, dan mampu menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia.
Pasar keuangan pada dasarnya tidak hanya menilai siapa yang berada di balik meja Menteri Keuangan. Investor ingin mengetahui apa yang akan dilakukan setelah pergantian tersebut, bagaimana pemerintah menjalankan APBN, serta apakah disiplin fiskal tetap terjaga. Dengan kata lain, pasar tidak membeli nama seorang pejabat, melainkan ekspektasi terhadap kebijakan yang akan dijalankan.
Dalam konteks tersebut, penunjukan Suahasil Nazara memang dapat memberikan sentimen positif. Latar belakangnya di bidang kebijakan fiskal dan pengalaman di Kementerian Keuangan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor. Namun, ekspektasi positif tersebut masih membutuhkan pembuktian melalui implementasi kebijakan.
Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai pergantian Menteri Keuangan dapat menjadi sinyal positif, tetapi bukan faktor tunggal yang menentukan arah pasar.
“Pergantian Menteri Keuangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar, apalagi dengan latar belakang Suahasil Nazara di bidang kebijakan fiskal dan pengalamannya di Kementerian Keuangan. Namun, yang paling penting tetap implementasi dan konsistensi kebijakan, khususnya dalam menjaga kredibilitas APBN dan disiplin fiskal,” ujar Rully dalam acara Media Day by Mirae Asset, Selasa, 15 September 2026.
Pernyataan tersebut memperlihatkan perbedaan penting antara sinyal positif dan kepercayaan yang sudah terbentuk. Pergantian pejabat dapat mengubah ekspektasi investor dalam waktu singkat. Kepercayaan yang bertahan lebih lama baru terbentuk ketika kebijakan yang dijalankan sesuai dengan ekspektasi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






