Menkeu Purbaya: Konflik Global Reda, Rupiah Pasti Menguat

AKURAT.CO Pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah akan membaik secara bertahap mulai semester II 2026 seiring ekspektasi meredanya ketegangan geopolitik global dan membaiknya kondisi ekonomi dunia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan prospek global diperkirakan bergerak ke arah yang lebih positif pada 2027 dibandingkan tahun ini.
Sebab, papar Purbaya, sejumlah konflik geopolitik yang selama ini menjadi sumber ketidakpastian pasar diperkirakan akan mengalami penurunan intensitas.
"Di tahun 2027, konflik geopolitik terutama Iran dan AS dan Israel diperkirakan semakin mereda dan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan membaik," kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Strategi Redam Tekanan Rupiah ala Menkeu Purbaya
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan faktor domestik dalam menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi juga memperhitungkan perkembangan ekonomi dan politik internasional.
Diketahui, konflik geopolitik dalam beberapa tahun terakhir telah memengaruhi arus modal global, harga energi, serta preferensi investor terhadap aset-aset berisiko.
Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di sisi domestik, lanjut Purbaya, pemerintah menilai penguatan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Langkah tersebut mencakup penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor, peningkatan likuiditas pasar keuangan domestik, serta upaya menjaga kepercayaan investor.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Kenaikan Pertamax Tak Banyak Tekan Inflasi
Dengan kombinasi faktor eksternal yang diperkirakan membaik dan reformasi ekonomi yang terus berjalan, pemerintah optimistis tren penguatan rupiah dapat mulai terlihat pada paruh kedua 2026 dan berlanjut pada tahun berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







