Purbaya Optimis Investor Kembali Masuk, Rupiah Siap Menguat

AKURAT.CO Pemerintah menilai penguatan sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan koordinasi yang lebih erat antara pemerintah dan Bank Indonesia diarahkan untuk meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat imbal hasil instrumen keuangan dalam negeri agar kembali menarik bagi investor global. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong masuknya aliran modal asing atau capital inflow ke pasar domestik.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Soroti Dampak Pelemahan Rupiah ke Pedagang Kecil
Selain itu, pemerintah juga menjaga kecukupan likuiditas melalui pengelolaan kas negara yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia dengan skema remunerasi yang lebih optimal.
Menurut Purbaya, kombinasi kebijakan tersebut akan memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar bahwa koordinasi fiskal dan moneter berjalan searah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
"Sinergi penuh itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah," kata dia pada saat konferensi pers bersama media di Gedung DPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Kepercayaan investor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan, terutama ketika perekonomian global masih menghadapi berbagai ketidakpastian.
Purbaya meyakini peningkatan kepercayaan pasar akan berdampak pada penguatan rupiah dan mengurangi risiko pelemahan nilai tukar yang lebih dalam.
Meski demikian, pemerintah menegaskan tujuan utama kebijakan tersebut bukan semata-mata mempertahankan kurs rupiah, melainkan menciptakan stabilitas ekonomi yang mampu mendukung aktivitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Purbaya ke China dan Inggris, Cari Basis Investor Baru untuk RI
Dengan pasar keuangan yang lebih stabil dan likuiditas yang terjaga, pemerintah berharap dunia usaha memiliki kepastian yang lebih besar untuk melakukan investasi dan ekspansi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







