Bank Terbesar Amerika Latin Sarankan Alokasi 1–3 Persen ke Bitcoin

AKURAT.CO Itaú Unibanco Holding SA, bank swasta terbesar di Amerika Latin, menyarankan para nasabahnya untuk mulai mengalokasikan sebagian kecil portofolio investasi ke Bitcoin.
Rekomendasi tersebut berada di kisaran 1% hingga 3% dari total aset, dengan orientasi jangka panjang dan pendekatan yang disiplin.
Dikutip dari beberapa sumber, Minggu (14/12/2025), dalam catatan strateginya, Itaú menilai Bitcoin dapat berperan sebagai instrumen diversifikasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas mata uang domestik.
Baca Juga: Indodax Klaim Kuasai 44,68 Persen Pasar Kripto Indonesia Sepanjang 2025
Bank menekankan bahwa aset kripto ini tidak diposisikan sebagai instrumen spekulatif semata, melainkan sebagai pelengkap portofolio yang berpotensi memberikan perlindungan sebagian nilai aset.
Itaú menjelaskan, investor saat ini menghadapi dua tantangan besar sekaligus, yakni fluktuasi harga global dan tekanan terhadap mata uang lokal, termasuk real Brasil.
Kondisi tersebut dinilai menuntut pendekatan baru dalam pengelolaan portofolio agar tetap adaptif terhadap perubahan siklus ekonomi.
Menurut Itaú, Bitcoin memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan aset tradisional seperti obligasi, saham, maupun instrumen pasar domestik.
Sifatnya yang global dan terdesentralisasi membuat Bitcoin dinilai memiliki dinamika imbal hasil yang tidak sepenuhnya sejalan dengan siklus ekonomi suatu negara.
“Bitcoin merupakan aset dengan dinamika tersendiri dan berpotensi berfungsi sebagai lindung nilai terhadap mata uang, berkat sifatnya yang global dan terdesentralisasi,” tulis Itaú dalam catatan tersebut.
Meski demikian, Itaú menegaskan bahwa Bitcoin tidak disarankan menjadi aset inti dalam portofolio. Alokasi ke aset kripto tersebut sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor dan ditempatkan sebagai pelengkap, bukan pengganti instrumen investasi konvensional.
Baca Juga: Transaksi Kripto Turun di November, OJK: Masih Terjaga
Bank juga menyoroti rendahnya korelasi antara Bitcoin dan kelas aset tradisional. Dengan alokasi terbatas di kisaran 1% hingga 3%, Itaú menilai diversifikasi portofolio dapat meningkat tanpa secara signifikan menambah risiko keseluruhan.
Pendekatan investasi ke Bitcoin, menurut Itaú, harus dilakukan secara moderat dan konsisten. Bank mengingatkan investor agar tidak terjebak pada upaya menebak waktu terbaik masuk atau keluar pasar, mengingat volatilitas harga Bitcoin yang tinggi dalam jangka pendek.
“Mencoba melakukan penentuan waktu pasar secara sempurna pada aset seperti Bitcoin justru berisiko dan sering kali berujung pada kerugian,” tulis Itaú dalam peringatannya kepada klien.
Batas alokasi maksimum 3% yang direkomendasikan Itaú disebut sejalan dengan panduan progresif yang mulai diterapkan di sejumlah negara maju.
Beberapa bank besar di Amerika Serikat sebelumnya juga telah menyampaikan pandangan serupa dengan porsi alokasi yang relatif terbatas.
Itaú menilai, di tengah siklus ekonomi global yang semakin singkat dan guncangan eksternal yang kian sering terjadi, Bitcoin memiliki “karakter hibrida” sebagai aset berisiko tinggi sekaligus penyimpan nilai global.
Kombinasi tersebut dinilai menawarkan ketahanan tambahan yang tidak selalu dapat diberikan oleh instrumen fixed income tradisional.
Dengan pendekatan terukur dan jangka panjang, Itaú memandang Bitcoin dapat menjadi salah satu elemen pendukung dalam strategi pengelolaan kekayaan, khususnya bagi investor yang ingin meningkatkan diversifikasi dan mengantisipasi pelemahan nilai mata uang di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








