IHSG Sesi I Naik 0,8 Persen, Pasar Respons Positif Komentar Menkeu Purbaya
Hefriday | 11 September 2025, 13:27 WIB

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Kamis (11/9/2025) naik 0,86% atau naik 66,44 poin (0,86%) ke level 7.765,45.
Sebelumnya pada pagi ini IHSG dibuka naik 82,16 poin atau 1,07% ke level 7.781,17. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut menguat 11,42 poin atau 1,46% ke posisi 793,55.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai pergerakan IHSG kali ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat tertekan akibat isu reshuffle kabinet yang membuat investor sempat cemas.
“IHSG mulai kembali stabil dan bergerak ke arah penguatan,” ujarnya dalam risetnya, Kamis (11/9/2025)
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari langkah pemerintah yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebutkan, pemerintah menarik dana kas negara sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk ditempatkan di bank umum.
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari langkah pemerintah yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebutkan, pemerintah menarik dana kas negara sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) untuk ditempatkan di bank umum.
Baca Juga: IHSG Rebound Hampir 1 Persen Usai Memerah 3 Hari Beruntun
Kebijakan tersebut bertujuan menambah likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit ke sektor riil dapat dipercepat. Meski begitu, Purbaya menegaskan, bank tidak diperkenankan menggunakan dana tersebut untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Fokus utama kebijakan ini adalah mendukung sektor riil agar ekonomi tetap bergerak sehat dan kuat,” ujar Purbaya. Dana yang ditempatkan dalam bentuk deposito ini juga dapat ditarik kembali pemerintah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sementara itu, dari mancanegara, investor turut merespons data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) untuk Agustus 2025 yang dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi ini meningkatkan keyakinan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Dalam rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2025, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi. Bahkan, setelah rilis PPI, peluang penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin juga meningkat signifikan.
Dari Eropa, pergerakan bursa saham pada Rabu (10/9/2025) ditutup melemah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,16%, FTSE 100 Inggris melemah 0,19%, DAX Jerman terkoreksi 0,36%, dan CAC Prancis melemah 0,15%.
Sementara di Amerika Serikat, bursa Wall Street ditutup variatif. Indeks S&P 500 naik 0,3% ke level 6.532,04, Nasdaq Composite menguat tipis 0,03% ke 21.886,06, sedangkan Dow Jones justru melemah 0,48% atau turun 220,42 poin ke level 45.490,92.
Di kawasan Asia, pergerakan indeks bursa pagi ini juga bervariasi. Indeks Nikkei Jepang menguat 400,33 poin atau 0,94% ke 44.239,00. Indeks Shanghai naik tipis 7,92 poin atau 0,20% ke 3.820,01. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 238,26 poin atau 0,92% ke 25.954,55, sementara indeks Strait Times Singapura naik tipis 1,76 poin atau 0,05% ke 4.348,94.
Kebijakan tersebut bertujuan menambah likuiditas perbankan sehingga penyaluran kredit ke sektor riil dapat dipercepat. Meski begitu, Purbaya menegaskan, bank tidak diperkenankan menggunakan dana tersebut untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
“Fokus utama kebijakan ini adalah mendukung sektor riil agar ekonomi tetap bergerak sehat dan kuat,” ujar Purbaya. Dana yang ditempatkan dalam bentuk deposito ini juga dapat ditarik kembali pemerintah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sementara itu, dari mancanegara, investor turut merespons data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) untuk Agustus 2025 yang dirilis lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi ini meningkatkan keyakinan bahwa The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Dalam rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2025, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin hampir pasti terjadi. Bahkan, setelah rilis PPI, peluang penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin juga meningkat signifikan.
Dari Eropa, pergerakan bursa saham pada Rabu (10/9/2025) ditutup melemah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,16%, FTSE 100 Inggris melemah 0,19%, DAX Jerman terkoreksi 0,36%, dan CAC Prancis melemah 0,15%.
Sementara di Amerika Serikat, bursa Wall Street ditutup variatif. Indeks S&P 500 naik 0,3% ke level 6.532,04, Nasdaq Composite menguat tipis 0,03% ke 21.886,06, sedangkan Dow Jones justru melemah 0,48% atau turun 220,42 poin ke level 45.490,92.
Di kawasan Asia, pergerakan indeks bursa pagi ini juga bervariasi. Indeks Nikkei Jepang menguat 400,33 poin atau 0,94% ke 44.239,00. Indeks Shanghai naik tipis 7,92 poin atau 0,20% ke 3.820,01. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 238,26 poin atau 0,92% ke 25.954,55, sementara indeks Strait Times Singapura naik tipis 1,76 poin atau 0,05% ke 4.348,94.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








