Pertumbuhan Kredit Melambat, Misbakhun Dorong Pembiayaan ke Sektor Riil
Hefriday | 23 Agustus 2025, 14:28 WIB

AKURAT.CO Komisi XI DPR RI menyoroti tren moderasi pertumbuhan kredit perbankan yang diperkirakan hanya berada di kisaran 8–9% tahun ini.
Pada Juli 2025, kredit perbankan hanya tumbuh sebesar 7,03% (yoy), menurun dibandingkan dengan pertumbuhan pada Juni 2025 sebesar 7,77%. Perlambatan penyaluran kredit ini dinilai berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyebut kredit perbankan merupakan salah satu pendorong utama investasi, baik dari sisi swasta maupun pemerintah.
“Kalau dorongan kredit tidak optimal, pertumbuhan ekonomi bisa terganggu,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/8/2025).
Data OJK menunjukkan, pertumbuhan kredit masih didorong oleh konsumsi rumah tangga, sementara kredit korporasi cenderung melemah. Misbakhun menilai kondisi ini tidak sehat bagi perekonomian.
“Consumer credit memang tumbuh 13 persen, tapi sektor riil stagnan. Padahal sektor riil yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi,” katanya.
Dirinya menilai, pemerintah bersama otoritas keuangan perlu memperbaiki kebijakan agar kredit produktif mengalir lebih deras ke sektor usaha. “Kalau hanya konsumsi yang tumbuh, tidak akan kuat menopang ekonomi jangka panjang,” tegasnya.
DPR mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit investasi, terutama ke sektor manufaktur, infrastruktur, dan UMKM. “Sektor ini punya multiplier effect besar, bisa mendorong lapangan kerja dan meningkatkan daya saing,” jelasnya.
Selain itu, DPR meminta pemerintah memperhatikan regulasi dan insentif agar sektor usaha lebih berani mengajukan pembiayaan. “Kalau iklim usaha tidak kondusif, kredit pun tidak terserap optimal,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sektor riil akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Dengan dorongan kebijakan yang tepat, DPR optimistis pertumbuhan kredit bisa kembali memperkuat basis pertumbuhan ekonomi nasional. “Kredit adalah game changer. Kalau distribusinya tepat, dampaknya akan terasa luas,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







