DJP Sebut Pemungutan Pajak via Marketplace Dorong UMKM Lebih Tertib dan Setara

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa penunjukan e-commerce sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bertujuan untuk menciptakan perlakuan pajak yang setara bagi seluruh pelaku usaha, termasuk UMKM digital.
Seperti yang diketahui bersama, PMK Nomor 37 Tahun 2025 yang mulai berlaku pada 14 Juli 2025 menjadi landasan hukum pelaksanaan kebijakan tersebut.
Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa PMK tersebut mengatur mekanisme pemungutan PPh oleh marketplace berdasarkan invoice transaksi yang dilakukan merchant.
Baca Juga: Perkuat Sistem Pajak Digital, DJP Minta Tambahan Anggaran Rp1,79 Triliun
"Marketplace juga diwajibkan menyampaikan informasi kepada DJP. Harapannya, masyarakat, terutama pelaku UMKM, bisa lebih mudah menjalankan kewajiban perpajakannya dan ikut mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang sehat dan berkeadilan," tutur Rosmauli.
Kebijakan ini, lanjutnya, tidak hanya menyederhanakan proses administrasi perpajakan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM untuk bertransformasi ke dalam sistem formal yang lebih tertib dan akuntabel.
"Oleh sebab itu, melalui kerja sama dengan marketplace, pemerintah ingin memastikan bahwa pajak dari sektor digital dapat dipungut secara efisien tanpa membebani pelaku usaha kecil," paparnya.
Baca Juga: Tantangan dan Harapan Baru bagi DJP di Tahun Anggaran 2025
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas basis pajak nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor digital yang inklusif dan transparan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









