Jangan Sampai Tertipu, Ini 6 Modus Kejahatan Digital Versi BSI

AKURAT.CO PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang dan menyasar nasabah perbankan.
Hal ini disampaikan melalui kampanye edukasi keamanan digital bertajuk 'Jagalah Hati, Jaga Data Diri'
SEVP Branding and Communication BSI, Kemas Erwan Husainy, menjelaskan ada beragam metode yang digunakan pelaku kejahatan untuk mencuri data pribadi, termasuk melalui phishing, SMS dan telepon palsu, situs tiruan, hingga penggunaan jaringan wi-fi publik yang tidak aman.
“Phishing umumnya dilakukan lewat e-mail yang mengarahkan korban ke situs palsu. Lalu ada SMS palsu yang mencatut nama bank, serta telepon atau pesan WhatsApp dari pihak yang mengaku sebagai petugas bank,” kata Erwan melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (13/4/2025).
Pelaku, lanjut Erwin, biasanya meminta konfirmasi data seperti nomor kartu, nama ibu kandung, CVV/CVC, PIN, hingga OTP dengan berbagai dalih meyakinkan. Bahkan ada modus yang melibatkan surat resmi palsu untuk meminta pembayaran atau informasi sensitif.
Tak hanya itu, jaringan wi-fi publik juga disebut sebagai jalur potensial penyebaran malware. Erwan menegaskan pentingnya menghindari akses aplikasi atau transaksi perbankan menggunakan jaringan umum yang tidak terenkripsi.
“Modus-modus ini sangat merugikan masyarakat. Maka kami imbau agar masyarakat selalu mengecek kebenaran informasi melalui saluran resmi seperti BSI Call 14040, situs resmi www.bankbsi.co.id, atau akun media sosial resmi @banksyariahindonesia,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









